Aksi Damai Puluhan Jurnalis Serta Ormas OKU, Menyegel Tempat Hiburan Malam

0

KILASBERITA.ID, OKU – Adanya Keputusan Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 12 tahun 2020 tentang penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Sebagai Bencana Nasional dan Peraturan Daerah (Perda) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Yang diduga telah dilanggar oleh sejumlah hiburan malam yang ada di kota Baturaja, serta terkait dari salah satu pengusaha hiburan malam karaoke yang diduga adanya pengancaman terhadap salah satu jurnalis OKU. Aksi damai puluhan Jurnalis dan ormas yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU. Rabu (18/08/2021).

Puluhan Jurnalis dan ormas yang tergabung di Aliansi Masyarakat Peduli OKU melakukan aksinya di depan sejumlah Karaoke, bahkan ormas dari laskar islam pun menggembok salah satu karaoke yang ada di kota Baturaja.

Usai melakukan aksinya di beberapa tempat Hiburan Malam rombongan pun melanjutkan Orasinya di depan halaman kantor Bupati Kabupaten OKU.

Adapun tuntutan dari Aliansi masyarakat peduli OKU yang dibacakan oleh koordinator aksi Josi Robet, “Yang pertama, meminta satgas Covid -19 segera mengambil tindakan dan memberi sangsi tegas pada oknum pengusaha hiburan malam/karaoke yang terbukti melanggar aturan PPKM. 2. mencabut izin usaha hiburan malam karaoke yang melanggar PPKM. 3.Jika pemerintah kab OKU dan satgas Covid-19 tidak mampu untuk melaksanakan aturan-aturan yang di sepakati di kabupaten OKU dan tidak mampu, mengendalikan penyebaran covid- 19 silahkan mundur. Untuk mengevaluasi diri.
4.Menuntut oknum pengusaha hiburan malam/karaoke terkait pengancaman pada salah satu jurnalis OKU untuk segera minta maaf di hadapan masyarakat OKU.

Baca Juga :  Ketua DPD Kamijo Kuburaya Berikan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

Sementara PLH Bupati OKU, mengatakan, di hadapan para peserta aksi “pihak Pemkab OKU sudah mengeluarkan surat edaran penutupan tempat hiburan Malam”.

Menindaklanjuti dari tuntutan tersebut, Plh Bupati OKU Drs. H. Edward Candra, Mh., menyampaikan “Dalam rangka penerapan aturan PPKM yang tertuang di dalam mendagri nomor 32 tahun 2021 semua usaha tempat hiburan Karaoke ditutup” jelas Plh. Bupati OKU.

“Mulai malam ini Satuan Pol PP dibantu unsur TNI dan Polri akan melakukan Patroli mengecek setiap tempat hiburan. Jika terdapat perbuatan maksiat seperti perbuatan Asusila dan Narkoba pada tempat-tempat hiburan, dipersilakan pihak terkait agar dapat membuat laporan kepolisian,” tegasnya.

Baca Juga :  Danrem 172/PWY Tinjau Personel BKO dan Lahan Kodim Keerom

PLH juga menyampaikan, “Terkait adanya ancaman premanisme terhadap jurnalis di Kabupaten OKU, perlu ditekankan bahwasannya tidak ada yang boleh mengancam/mengintimidasi seseorang di Negara Indonesia siapapun itu, maka mengenai hal ini kiranya dapat ditindaklanjuti dengan melapor kepada aparat penegak hukum” tutup Plh. Bupati OKU.

Sementara ditempat yang sama, Kasat Pol PP Kabupaten OKU Agus Salim, S.Sos., MM., di sampaikan nya hadapan puluhan awak media, “Akan menindak lanjuti surat edaran dari Plh. Bupati OKU dan akan melaksanakan Razia di setiap lokasi hiburan malam juga meminta pada pihak terkait untuk menutup tempat hiburan malam tanpa terkecuali,” tegas Agus salim.

Di lapangan terlihat dalam aksi damai dari puluhan Jurnalis, Ormas yang tergabung di Aliansi Masyarakat Peduli OKU terlihat tertib lancar damai dan tetap mentaati Protokol Kesehatan Covid-19. (Mars).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!