Gawat ! Aset BUMG Desa Buket Aceh Utara Dijual Kades Dan Ketua Tuha Peut

0

Aceh Utara | Kilasberita.id – Masyarakat Desa Gampong Buket Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara menuntut Geuchik(red-kepala desa) dan ketua Tuha Peut untuk mengembali kan aset Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) berupa tanah yang diduga telah dijual oleh Kepala Desa(Geuchik)
yang bekerja sama dengan Tuha Peut Desa/ Gampong Buket tersebut dengan cara memanipulasi dokumen beruoa kwitansi tanda jadi beli tanah yang baru.

Sebagaimana diketahui, tanah berupa kebun sawit seluas 7.522 meter persegi yang berlokasi di Desa/Gampong Alue Rambee Kecamatan dan Kabupaten yang sama.

Awalnya asal usul tanah itu milik Hanafiah yang dibeli dengan dana anggaran tahun 2019 dengan besarnya anggaran sesuai tertera dikwitansi tanda jadi beli tanah Rp, 90.000.000,- dan tanah tersebut menjadi aset BUMG Mitra Tani Desa/gampong Buket Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara.

Informasi dari warga masyarakat Desa/gampong Buket tersebut, Zul Heri yang akrab disapa Ayi(45) dan M.Nasir(47) yang didampingi warga lainnya bahwa tanah tersebut telah dijual kembali kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuanPengurus BUMG dan masyarakat Desa/gampong Buket dengan harga Rp,130.000.000,-oleh Geuchik (kepala desa) dan Ketua Tuha Peut pada akhir bulan Juli 2021 lalu, dan diduga merekayasa kwitansi palsu untuk memulus kan aksi mereka.

Masyarakat keberatan karena kebun sawit yang telah berbuah dan siap panen serta dapat mengasilkan Pendapatan Anggaran Gampong (PAG) telah dipindah tangankan atau dijual sepihak oleh Kepala Desa bekerja sama dengan Tuha Peut.ungkap Zul Heri.

Baca Juga :  Mahasiswa Perbankan Syariah Universitas Djuanda Bogor Lakukan Sosialisasi Islamic Banking Kepada Siswa/i di SMA NEGERI 1 CIDAHU

“Masyarakat menuntut Kepala Desa/Geuchik dan Ketua Tuha Peut agar kejalur hukum sesuai dengan Undang-undang yang berlaku” pungkas Zul Heri alias Ayi lagi.

Lanjutnya, karena tindakan yang dilakukan mereka diduga telah melanggar hukum dengan memalsukan kwitansi tanda jadi beli tanah dan merugikan masyarakat Desa/Gampong Buket.

Mengenai persoalan ini sebenarnya telah kami laporkan kepada Camat Kecamatan Kuta Makmur seminggu yang lalu dan Camat meminta agar masyarakat untuk datang ke kantor pada hari Senin(16/08/’21) guna melakukan mediasi mencari solusi
menyesaikan persoalan itu. Namun sangat disayangkan, pada saat masyarakat datang pada hari Senin yang ditentukan guna menanyakan persoalan itu, sepertinya Camat Kuta mengulur- ulur waktu dgn meminta masyarakat datang kembali pada hari Jum’at(20/08/’21) geramnya.

Sementara itu Direktur BUMG Desa/gampong Buket Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, Muslim membenarkan apa yang di uraikan tadi,

“Benar Geuchik Kepala Desa dan Ketua Tuha Peut telah menjual tanah kebun sawit milik BUMG tanpa sepengetahuankami selaku Pengurus BUMG dan masyarakat” timpal Direktur BUMG Gampong Buket itu.

Ianya mengetahui hal ini dari isu yang berkembang dimasyarakat dan saat ini hasil dari penjualan tanah sebesar Rp. 130.000.000 telah disetor kepada kami dan telah masuk kerekening BUMG, ungkap Muslim.

Baca Juga :  Polisi Monitoring Kedatangan WNA, WNI dan PMI dari Luar Negeri

Geuchik Kepala Desa Gampong Buket, Muhammad Ali AR yang dikinfirmasi secara terpisah oleh wartawan media ini,Rabu(18/08/’21) di desa tersebut mengatakan, jika tindakan yang telah ia lajukan itu salah karena ianya khilaf dan siap bertanggung jawab pada masyarakat Gampong Buket apapun tuntutannya.

“Apabila tindakan yang saya lakukan salah karena ke kilafan saya dan saya bertanggung jawab apapun tuntutan masyarakat” kata Geuchik Kepala Desa Buket.

Dikatakannya, yang ia lakukan menjual tanah tersebut bukanlah semata-mata untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri, tanah kebun sawit yang diduga milik BUMG yang telah ianya jual itu dengan tujuan membeli tanah lain yang dekat dengan desa/gampong Buket sendiri, karena tanah milik BUMG yang terketak di desa/gampong Alue Rambee jauh dengan desa/gampong Buket.

Tidak ada yang mengurus sehigga sering terjadi kehilangan buah sawit saat mau kita panen, lanjut Muhammad Ali AR.
“Saat mau kita panen, sampai dikebun buahnya sudah tak ada lagi” sesalnya.

Tambahnya, sempat juga kebun sawit itu dikontrakkan selama 2 tahun dengan nilai Rp, 6.000.000,- belum sempat berjalan setahun tiba-tiba ada yang beli tanah tersebut dengan tujuan membeli tanah yang dekat dengan kampung Buket ini. Dan hasil jual tanah, yang Rp.100.000.000,- telah disetor ke rekening BUMG melalui Direkturnya, tutup Kepala desa/gampong Buket, Muhammad Ali AR. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!