Komisi II DPRD Lamtim dinilai Lamban Dalam Merespon Laporan, LSM Aksi Adukan Halnya ke Propinsi

0

BANDARLAMPUNG | KILASBERITA.ID – Sikap pantang menyerah jajaran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Kontrol Sosial Indonesia (AKSI) kembali di tunjukkan dengan mendatangi dan mengadukan halnya ke Komisi II DPRD Provinsi Lampung,” Kamis (19/08/2021).

Dari Informasi yang di dapat, tindakan tersebut sengaja di lakukan DPP LSM Aksi menyusul lambannya respon Komisi II DPRD Lampung Timur dalam menanggapi laporan dugaan lenyapnya bantuan bibit jagung Dipa pusat yang terjadi di wilayah setempat.

“Hari ini kami akan bertemu dan melaporkan dugaan lenyapnya bantuan bibit jagung di Lampung Timur ke Komisi II. Kami meminta DPRD Provinsi untuk segera memanggil dan menggelar hearing bersama Kepala Dinas Pertanian untuk meluruskan permasalahan ini,” ujar Ketua Umum LSM Aksi, M. Husin di ruang tunggu Komisi II DPRD setempat.  

Selain masalah bantuan bibit tersebut, lanjutnya, lahan pertanian yang tertera di CPCL juga ingin di ungkap kebenarannya. “Jadi tidak hanya masalah bibit, kita juga pingin tahu luasan lahan yang terdaftar. Apakah pihak dinas sudah kroscek di lapangan,” terangnya.

Sekira pukul 13.00 Wib, rombongan terdiri dari M. Husin selaku Ketua Umum, Maryadi selaku Pendiri LSM Aksi, dan Arifin Arirama selaku Penasehat serta dua orang anggotanya mendapat panggilan dari ruang Komisi II. Rombongan di terima oleh Wakil Ketua Komisi II, Drs. I Made Bagiyasa dan Sekertaris Komisi II, Sahlan Syukur, SE.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah dugaan masalah seperti lenyapnya bantuan bibit jagung Dipa Pusat, realisasi Program Petani Pencari Air (P3A) yang tidak sesuai Juknis dan pembuatan kolam air tawar yang melanggar Garis Sepadan Sungai.

Baca Juga :  Resmikan Kampoeng Wisata Ya Samman Cindo, Herman Deru Dorong Jadi Wisata Edukasi Pertanian

Namun, dari sejumlah dugaan masalah tersebut, Komisi II lebih fokus ke salah satu masalah yakni dugaan lenyapnya bantuan bibit jagung dari Dipa Pusat di wilayah Kecamatan Sekampung Udik. “Siapkan data yang ada di CPCL penerima bibit itu, di kasih tabel siapa-siapa yang belum menerima, nanti Kepala Dinasnya kita panggil,” ujar Drs. I Made Bagiyasa.

Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Golkar ini meyakinkan jajaran LSM Aksi bahwa pihaknya akan segera meluruskan hal tersebut dengan memanggil kepala dinas terkait. “Kita akan panggil kepala dinas terkait untuk menguraikan permasalahan ini, jangan sampai hal ini menjadi president buruk di ke pemimpinannya Bapak Gubernur Arinal Djunaidi yang notabennya petani maju petani berjaya,” pungkasnya. (*Komisi II DPRD Lamtim dinilai Lamban Dalam Merespon, LSM Aksi Adukan ke PropinsiBANDAR LAMPUNG – Sikap pantang menyerah jajaran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Kontrol Sosial Indonesia (AKSI) kembali di tunjukkan dengan mendatangi dan mengadukan halnya ke Komisi II DPRD Provinsi Lampung,” Kamis (19/08/2021).Dari Informasi yang di dapat, tindakan tersebut sengaja di lakukan DPP LSM Aksi menyusul lambannya respon Komisi II DPRD Lampung Timur dalam menanggapi laporan dugaan lenyapnya bantuan bibit jagung Dipa pusat yang terjadi di wilayah setempat.”Hari ini kami akan bertemu dan melaporkan dugaan lenyapnya bantuan bibit jagung di Lampung Timur ke Komisi II. Kami meminta DPRD Provinsi untuk segera memanggil dan menggelar hearing bersama Kepala Dinas Pertanian untuk meluruskan permasalahan ini,” ujar Ketua Umum LSM Aksi, M. Husin di ruang tunggu Komisi II DPRD setempat. Selain masalah bantuan bibit tersebut, lanjutnya, lahan pertanian yang tertera di CPCL juga ingin di ungkap kebenarannya. “Jadi tidak hanya masalah bibit, kita juga pingin tahu luasan lahan yang terdaftar. Apakah pihak dinas sudah kroscek di lapangan,” terangnya.Sekira pukul 13.00 Wib, rombongan terdiri dari M. Husin selaku Ketua Umum, Maryadi selaku Pendiri LSM Aksi, dan Arifin Arirama selaku Penasehat serta dua orang anggotanya mendapat panggilan dari ruang Komisi II. Rombongan di terima oleh Wakil Ketua Komisi II, Drs. I Made Bagiyasa dan Sekertaris Komisi II, Sahlan Syukur, SE.Dalam pertemuan tersebut, sejumlah dugaan masalah seperti lenyapnya bantuan bibit jagung Dipa Pusat, realisasi Program Petani Pencari Air (P3A) yang tidak sesuai Juknis dan pembuatan kolam air tawar yang melanggar Garis Sepadan Sungai.Namun, dari sejumlah dugaan masalah tersebut, Komisi II lebih fokus ke salah satu masalah yakni dugaan lenyapnya bantuan bibit jagung dari Dipa Pusat di wilayah Kecamatan Sekampung Udik. “Siapkan data yang ada di CPCL penerima bibit itu, di kasih tabel siapa-siapa yang belum menerima, nanti Kepala Dinasnya kita panggil,” ujar Drs. I Made Bagiyasa.Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Golkar ini meyakinkan jajaran LSM Aksi bahwa pihaknya akan segera meluruskan hal tersebut dengan memanggil kepala dinas terkait. “Kita akan panggil kepala dinas terkait untuk menguraikan permasalahan ini, jangan sampai hal ini menjadi president buruk di ke pemimpinannya Bapak Gubernur Arinal Djunaidi yang notabennya petani maju petani berjaya,” pungkasnya. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!