Azis Syamsudin Ditangkap, Tokoh Muda Lampung Apresiasi Kinerja KPK

0

LAMPUNG- Tokoh Muda Provinsi Lampung Riswan Mura mengapresiasi Komisi Pemberantasan korupsi ( KPK) atas penangkapan Aziz Syamsudin yang diduga terjerat kasus korupsi.

Riswan Juga mengatakan di Indonesia masih banyak tokoh-tokoh yang melakukan hal serupa, untuk itu dirinya meminta KPK bisa menegakan Hukum dan menangkap para tokoh yang terlibat dalam kasus Korupsi demi tegaknya supermasi hukum di Indonesia.

” Mendengar kabar tersebut ,saya pribadi senang dan bersyukur kepada Allah SWT, ternyata lambat atau cepat kebatilan pasti terbongkar dan saya mengapresiasi kinerja KPK”. Ujar Riswan ke Media pada minggu ( 26/08/21)

Riswan juga menerangkan tindakan KPK dalam memberantas korupsi di indonesia merupakan tugas mulia. Dirinya sebagai masyarakat biasa hanya bisa menunggu dan berdo’a lambat laun kebatilan pasti terbongkar.

Baca Juga :  Polisi Cepat Dan Tanggap Bubarkan Balap Liar di Stadion Badak

” Saya sebagai pemuda mewakili masyarakat lampung bukan diam karena takut bersuara, tapi kegeraman hati ini sudah luar biasa, melihat rakyat menderita, daerah Lampung di marjinalkan, SDM rakyat masih lemah”. Tungkasnya

Deketahui Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (25/09/2021) dini hari.

Azis Syamsudin  ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah. Aziz diduga menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin untuk mengurus perkara di Lampung Tengah yang menyeret namanya dan kader Partai Golkar lainnya, yaitu Aliza Gunado, yang tengah diselidiki KPK.

Baca Juga :  Realisasi Pendapatan Pajak di Bapenda Provinsi Sumsel Melampaui Target

” Dan saya meminta kepada KPK agar  menetapkan tersangka lainnya yang terlibat atas kasus kasus serangkaian yang terjadi di Lampung tengah, di karnakan kasus tersebut sudah menjadi terang benderang dan KPK jangan sampai tebang pilih, harus bisa obyektif, transparan, tanpa ada keberpihakan dan jangan ragu ragu, harus berani, agar rakyat merasakan dampaknya keadilan tersebut.” Pungkasnya. ( Red )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!