PD GPI Kabupaten Bogor Targetkan Anggota Sebanyak 4000 Kader di Kabupaten Bogor

0

BOGOR | KILASBERITA.ID – Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Bogor setelah stagnan dan vakum selama 12 tahun PD GPI Kabupaten Bogor kembali bangkit dengan target anggota sebanyak 4000 kader GPI yang tersebar di Kabupaten Bogor.

Dalam silaturahmi angggota yang dilaksanakan di Perum Bukit Sakinah Blok C 17 No 24 Desa Barengkok Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, pada Minggu 26 September 2021, PD GPI Kabupaten Bogor mengagendakan dua program diantaranya silaturahmi dengan pemerintah daerah dan Ngopi (Ngobrol Punya Ide) untuk memberikan stimulant kepada Pengucus Kecamatan (PC) pada bulan November 2021.

Selain dua agenda tersebut juga terdapat agenda lain, diantaranya Pelantikan Pengurus Daerah (PD) pada tanggal 2 Oktober 2012, berbarengan dengan agenda ulang tahun GPI bertempat di Menteng 58 markas GPI Pusat. Sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah Maluku dan selanjutnya Bogor diamanahkan sebagai pelaksana Muswilub GPI Provinsi Jawabarat.
Dengan Tema “Membangun Pemuda yang Berkearifan, Berfikir dan Berdzikir Guna Membentuk Kader Militan untuk Menjadikan Pemimpin Dimasa depan” perwakilan tiap PC dan Pengurus Daerah melaksanakan agenda rapat bulanan dengan khidmat serta diwarnai diskusi ringan dari anggota.

Baca Juga :  Ketua PWRI DPC Kabupaten Bogor Hadiri Launching Perdana Media Berita-Indonesia(BIN)

Dalam agenda rapat bulanan tersebut ketua Umum Debbi Puspito, S.H., M.H., menuturkan bahwa Sebagai sebuah Organisasi Kepemudaan kita harus memiliki Manhaz atau tujuan, jalan dari organisasi pemuda Islam ini. Sebagai contoh Rasullulloh SAW ketika berdakwah dahulu beliau tidak memiliki pengikut yang begitu banyak, beliau hanya melakukan dakwah dengan memulai dari lingkungan keluarga, mulai dari istri, keponakan dan sahabat sehingga besar.


Lebih lanjut Debbi mengatakan, dari contoh Rasullulloh tersebut, kita dapat mencontoh pola rasullulloh lewat dakwah dan kita adposi. Sehingga semangat yang tertulis dibelakang baju GPI “Takdir Kami Adalah Memimpin Negara” itu bisa dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang Rasullulloh lakukan.

Baca Juga :  Pengurus Direktorat LPKN Pandeglang Bersilaturahmi Dengan Polsek Pagelaran


“Sangat tidak mungkin kita bisa merubah sebuah Negara ketika kita tidak bias merubah diri sendiri, sangat tidak mungkin kita bisa merubah msyarakat ketika kita tidak bisa merubah keluarga kita sendiri, sangat tidak mungkin kita merubah sebuah tatanan dunia menjadikan islam itu rohmatan lil alamin ketika kita tidak bisa merubah masyarakat itu sendiri. Jadi tahapan itu seperti tangga, tidak mungkin kita langsung naik tangga menuju puncak tapi bertahap,” terangnya.


“Kedepannya saya berharap program-program GPI itu bisa menyentuh tiga lapisan, pertama lapisan keluarga, kedua lapisan masayarakat dan ketiga lapisan pemerintahan atau Negara itu harus kita canangkan,” harapnya.


“Ada tiga tugas kepemudaan yang harus dilakukan, pertama yaitu tugas tajdid atau pembaharu, kedua nilai tahrir atau pembebasan dan ketiga tablig atau menyampaikan,” pungkasnya. ( Atx)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!