KPK Diminta Batalkan Seluruh Keputusan Terkait TWK : BEM dan IMM ITB Ahmad Dahlan ber-Suara

0

TANGERANG BANTEN | KILASBERITA.ID – Dari banyaknya polemik yang belakangan ini hadir terutama yang sedang hangat pada saat ini, dengan pemberhentian secara terhormat oleh Pimpinan KPK kepada 57 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan, dimana bagi elemen akademisi dan para lembaga lainnya menilai adanya suatu permainan dan cacat administrasi yang terjadi pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tersebut.

Badan Eksekutif Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan & Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ITB Ahmad Dahlan dalam hal ini merespon hal tersebut dengan diskusi bersama-sama untuk membentuk sikap padu dan tidak selaras dengan yang dilakukan oleh pimpinan KPK tersebut, bahkan pula menilai apa dinyatakan oleh Kapolri Sigit Listiyo terkait diberikan kesempatan kepada 57 pegawai KPK untuk menjadi ASN di Lembaga Kepolisian tersebut bukanlah sebuah solusi.

BEM & IMM ITB Ahmad Dahlan tidak sepakat dengan keputusan yang diambil Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 tentang Hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pegawai yang Tidak Memenuhi Syarat dalam Rangka Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga :  Allhamdulilah Putri Pertama Pimred Kilasberita.id Lahir Dengan Selamat, Pas Di Hari Peringatan Pramuka

Faisal Abdul Rachman (Presma) menyampaikan bahwa “ dengan putusan tersebut belum tentu memberikan jaminan dalam penyelesaian masalah korupsi di Indonesia, keputusan itu sangat ceroboh yang mana para pegawai tersebut sedang menyelesaikan kasus-kasus besar yang belum diselesaikan sampai hari ini,” ungkap Faisal dalam diskusi bersama (30/9/2021).

Melalui Menteri Politik dan Kebijakan Publik, Akrim Lahasbi, disaat yang bersamaan juga memberikan pernyataan bahwa “ tentang keputusan yang diambil demikian harus dapat ditinjau kembali sebab sedari awal memang TWK yang dilakukan pun bermasalah secara administrasi,”
Pula dari itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ITB Ahmad Dahlan dengan sikap yang sama melalui dua Ketua Umumnya (Hadiid Al-Yasa & Alfa Ruliandri), bahwasanya baik KPK dalam keputusan tersebut jangan sampai memberikan tafsir ganda atas kecerobohan tersebut, dimana apapun keputusan tersebut harus mendasar pada fakta-fakta lapangan baik administrasi dan hukum yang ada secara adil.

Baca Juga :  Ketua Puskominfo Jatim Meminta Oknum Kades (Yasminto) Untuk Meminta Maaf dan Klarifikasi Kebenaran Akan Berita Tentang Dirinya

Hadiid Al-Yasa melanjutkan “kami menilai yang dilakukan oleh Kaporli juga bukanlah sebuah solusi kepada Pegawai KPK yang diberhentikan tersebut, maka dengan itu kami menyatakan sikap untuk tidak sepakat dengaan keputusan Pimpinan KPK dan Pernyataan Kaporli tersebut,” ungkap Hadiid Al-Yasa.

Alfa Ruliandi menyambung “Saya melihat adanya permainan boneka-bonekaan yang dilakukan oleh pimpinan KPK terhadap beberapa pegawai yang tak lulus TWK. Dengan ini saya menyatakan bahwa pemerintah hari ini tidak mampu menjadi elemen kuat dalam proses penegakan keadilan, karena hari ini semuanya disangkut pautkan dengan kepentingan pribadi.” Ujar Alfa Ruliandi.

Red. Fhari/Kilasberita.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!