Ketua PHRI Cianjur Apresiasikan Aplikasi Peduli Lindungi, Sediakan Lahan Khusus Masyarakat Vaksin Di Taman Bunga Nusantara

0

CIANJUR | KILASBERITA.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Wisata Kabupaten Cianjur Tetap Buka Sesuai Anjuran Pemerintah, Dampak Positif menahan tingkat hunian atau okupansi hotel di Kawasan Daerah Wisata maksimal tetap weekday Masih Tetap 30 Persen dan Mulai Sabtu, Minggu Weekend Naik 60 persen dari kapasitas meskipun permintaan reservasi meningkat pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Ketua PHRI Kabupaten Cianjur Nano Indrapraja mengatakan peningkatan okupansi pada masa pandemi COVID-19 dari di bawah 5 persen, hingga saat ini naik menjadi 60 persen, tidak lain karena Penghuni Hotel Liburan Keluarga ataupun kantor melihat antusia positif masyarakat menilai pada layanan masa pademi aman untuk mengunjungi Hotel & Resto berada di daerah wilayah cianjur dan juga dimulai dan ada pelonggaran dari PPPKM dari darurat dan kini ke level 3.

Peningkatan okupansi, katanya, juga karena rata-rata pelanggan setia hotel-hotel di Kabupaten Cianjur berasal kegiatan yang sifatnya Wisata Keluarga, kelompok, seperti Trip Keluarga, rapat, seminar atau pelatihan yang diselenggarakan berbagai instansi.

Baca Juga :  Bangun Sinergitas, Pangdam XII/Tpr Sambangi Gubernur Kalbar

“Kegiatan-kegiatan utama mulai jalan kembali meskipun belum mencapai maksimal karena kan di level 3 ini pun kami masih tetap dibatasi untuk kegiata hotel  hanya 50 persen dari kapasitas, Namun Tentu barharap PPKM Level 3 Menjadi Level 2.1 Terus” kata Nano

Nano mengungkapkan pemberlakuan PPKM darurat memang sempat membuat okupansi hotel di Kabupaten Cianjur melesu hingga hanya 5-7 persen, kemudian terus meningkat pada penerapan PPKM Level 3 dua minggu terakhir ini.

Tingkat okupansi hotel saat itu, setelah terdampak juga terhadap hubungan kerja bagi Karyawannya, karena pendapatan tidak sesuai dengan pemasukan selama PPKM darurat lalu. “Sekarang karyawan juga mulai kerja lagi,” katanya.

Ia menyebut dari jumlah besar hotel yang terdiri atas kelas bintang 4 sampai kelas melati di Kabupaten Cianjur, 60 hotel di antaranya adalah anggota PHRI, semuanya terdampak lemahnya pendapatan di masa pandemi COVID-19.

Kini, kata Nano, diharapkan keadaan terus membaik . Himbaun Mari Masyarakat Yang Hendak Berwisata secara kesadaran masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan masing-masing, agar roda ekonomi kembali pulih.

Baca Juga :  Sholat Ied Rutan Kelas I Medan Secara Khusuk Diikuti Warga Binaan

“Sementara itu yang bisa dilakukan, Meningkatkan kesadaran yang pengunjung wisata dan kami juga PHRI menyediakan Lahan Vaksin Di Taman Bunga Nusantara dan Cikalong Bersama Pemerintah Terkait bagi belom Vaksinasi,”

Nano menyampaikan PHRI Kota Cianjur berkomitmen memfasilitasi yang terbaik bagi pengunjung, atau yang menginap di hotel.

Ia Mengatakan PHRI Mengingatkan seluruh Hotel Dan Resto di Wilayah Cianjur pemberlakuan wajib penggunaan aplikasi pedulilindungi di Hotel Dan Resto setiap pengunjung baik saat cekin maupun cekout ke hotel yang ingin menginap di Kabupaten Cianjur.

Sejauh ini, fasilitas QR aplikasi pedulilindungi baru diwajibkan di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

PHRI Kabupaten Cianjur katanya juga sudah Menyalurkan Sertifikat CHSE Namun Baru Sebagian sudah di sertifikati untuk jaminan kebersihan Tentu Akan Mendapat Penilaian Positif Bagi Masyarakat (cleanliness), kesehatan (health), keamanan (safety), dan keberlangsungan lingkungan (environmental sustainability) atau CHSE. (Fan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!