Program Pemulihan Pasca Bencana di Wilayah Barat Perlu diinvestigasi serta Audit dari semua Stakeholder dan Penegak Hukum

0

BOGOR | KILASBERITA.ID – Kejadian Bencana Alam di pergantian tahun tanggal 1 Januari 2021 menimpa beberapa wilayah, meliputi Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Nangung, dan Kecamatan Cigedug Kabupaten Bogor.

Kejadian bencana alam tanah longsor serta banjir yang meporandakan rumah warga serta fasilitas publik, seperti infrasktur jalan STA Cigudeg -Kiarasari-Cisangku-malasari yang menyebabkan sebagaian wilayah tersebut terisolir.

Dengan diturunkannya Program Pasca dampak Bencana dari Pemerintahan Provisi Jawa Barat senilai Rp 28.092.680.000.00,- untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus perbaikan serta peningkkatan infrasktur jalan STA Cigudeg-Kiarasari-Cisangku- malasari yang terdampak.

Chiaf Executif Officea Azhari Luky Ki Jalu dari Lembaga Forum Perencanaan & percepatan Strategi Daerah Bogor Barat, di Wilayah Pasca Bencana kecamatan Sukajaya mengungkapkan, dengan mendapatkan kucuran Anggaran dari Banprov untuk Program pemulihan ekonomi Nasional Senilai Rp 28.092.680.000.00,- yang diperuntukan untuk infrasktuktur jalan dari Cigudeg sampai kiarasari sepanjang 21 km, kontraktor pemenang tender, sepertinya kurang profesional dibidang inprastruktur jalan, selain mutu pekerjaan dan lambatnya progress pekerjaan ini sangat mengecewakan.

Baca Juga :  Sambut HUT ke 76 RI, Kompi 1 Yon C Pelopor SatBrimob Jatim Gelar Lomba Kreasi Gapura

“Ini proyek kurang pengawasan dari dinas PUPR, dan terkesan Kadisnyapun tutup mata. Jangan- jangan enggak tahu ada proyek PEN Banprop Jabar di lokasi tersebu, kalau hal ini terjadi betul- betul sangat disayangkan dan memalukan,” kata Azhari Lucky mantan anggota Dewan.

“Begitupun anggota DPRD Komisi 3 sepertinya belum pernah turun ke lapangan untuk melihat sekaligus mengawasi, seharus yang terhormat terlebih di daerah pemilihanya bisa ikut bertanggung Jawab dalam pengawasan melekatnya. Program Pemulihan ekonomi Nasional yang diluncurkan dari Banprov Jawa barat jangan sudah rame dan mangkrak baru remains dan berbondong turun Ke lokasi,” ujar Lulu Azhari Lucky alias Ki Jalu yang saat ini duduk sebagai direktur eksekutif Forecast Bogor Barat.

“Saya yakin 90 persen dengan pelaksanaan pekerjaan seperti saat ini, sudah dipastikan banyak komponen masyarakat tidak puas dan akhirnya blunder. Tidak menutup kemungkinan akan masuk kerana hukum atau penegak hukum akhirnya, tersisa kurang lebih satu sengah bulan lagi, kijalu tidak yakin ini selesai tepat waktu, jelas yang rugi masyarakat Terlebih yang kena dampak bencan alam,” jelasnya.

Baca Juga :  Azis Syamsudin Ditangkap, Tokoh Muda Lampung Apresiasi Kinerja KPK

Salah satu warga yang kena dampak Bencana alam di kecamatan Sukajaya menyampaikan ke media terkait kegiatan pekerjaan infrasktur jalan dimungkinkan besar tidak sesui bestek projek yang ada pekerjaan jalan yang di kerjaan jauh dari harapan dan tidak profesional.

Ucapnya sangat mengharapkan sekali dari pihak pihak terkait agar kegiatan pekerjaan ini diinvestigasi dan harus peringati sedini mungkin, bila perlu di audit RABnya pengecoran saja asal-asalan kalah oleh program samisade yang dilakukan oleh desa, memprihatinkan, jelas warga. (Sep Hurung)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!