SKK Migas Rampok SDA Maluku

0

Jakarta – Mahasiswa Maluku yang tergabung di Pergerakan Pelajar Maluku (PPM) Demo. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, (SKK Migas), di nilai Rampok Sumber Daya Alam Maluku.

Aksi yang demonstrasi yang di lakukan pada jumat tgl 19-November 2021 di depan kantor
SKK Migas, jalan gatot suberoto Jakarta Pusat. Mahasiswa Maluku datang dengan tiga tuntutan.

Diaantara tuntutan tersebut yakni, pertama, Mahasiswa ingin berjumpa langsung kepala SKK Migas, kedua, pertanyakan angararan Dampak Lingkungan atau CIR, ketiga, Tolak SKK Migas dan perusahan yang mengarap SDA Maluku di Maluku.

Plt ketua umum PB PPM Usra Waiulung dalam orasinya mengatakan kalau aksi yang di lakukan akan berjalan berkali-kali, bukan hanya sekali.

“Kita akan aksi terus sampai tuntutan kita di penuhi. Ini kejahatan, pemerasan, perampokan, penindasan jadi jangan di biarkan” kata Usra dalam Aksinya.

Baca Juga :  Setkab Sosialisasikan Jabatan Fungsional Penerjemah Pada Unit Kepegawaian Pemerintah

Tempat yang sama, Usman Mahu, Koordinator Lapangan atau Koorlap mengatakan hal yang sama, dia menjelaskan kalau aksi akan berjalan pada Selasa, 23 dan jumaat 26 November 2021.

“Ini penting dilakukan agar semua aspek yang dikerjakan betul-betul berjalan secara baik dan benar,” kata Usman Mahu, saat di konfirmasi.

Ketua Umum PB PPM Usra Waiulung setelah di konfirmasi kembali mengatakan Kalau kita mengacu Kepada UUD Pasal (33 Ayat 3): Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-sebesar kemakmuran Rakyat

“dan Ayat 2.3 suda cukup jelas, kekayaan alam di pergunakan untuk kemakmuran rakyat tapi selama ini kok maluku masi miskin, ini sebenarnya untuk rakyat yang mana. di mana hati Nurani Para Pimpinan SKK Migas” tegas Usra.

Lanjut ia bahwa memang ada kekhawatiran tentang dampak lingkungan maupun sosial ekonomi yang dapat timbul ketika Lapangan Gas Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar akan beroperasi. Karna pengalaman kita di Bula, daerah tetap miskin.

Baca Juga :  Masih Penyelidikan, Polri Dalami Ada Tidaknya Unsur Pidana Kasus Dugaan Rasisme Ambroncius Nababan

Aktivis Muhammadiyah itu mengatakan kalau contoh di Blok Masela aja yang belum jadi suda ada masalah tumpang tindi. Bocoran harga tanah Sebesar 14.000 Permeter dan ini suda tercium oleh Pergerakan Pelajar Maluku.

Pembelian tanah oleh pihak SKK Migas Seluas 28,9 hektar 289.767 Permeter3 dengan Harga 14.000 Per Permeter ini kan menunjukan hal yang konyol Buat Masyarakat masyarakat Maluku sudah dalam kesusahan di tambah lagi buat susah oleh SKK Migas.

“Untuk itu, kami merasa kekhawatiran yang berlebihan terhadap aspek lingkungan hidup maupun lingkungan sosial akibat dilaksanakannya kegiatan di Blok Masela,” ungkap Usra Waiulung.yang Biasa di sapa Ucha Mahasiswa (UMJ) Universitas Muhammadiyah jakarta itu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!