Pemrov Lampung Memperbolehkan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan dan Masjid, Untuk Daerah Zona Hijau

0

Lampung || Kilasberita.id – Pemerintah Provinsi Lampung memperbolehkan pelaksanaan Sholat Idulfitri di lapangan dan masjid. Namun, hal tersebut khusus bagi daerah yang tergolong dalam zona hijau dan kuning covid-19.

Sementara bagi daerah yang masuk dalam zona merah dan oranye, diimbau untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

Dengan demikian, daerah yang diperbolehkan untuk menggelar salat Idulfitri hanya terdapat di tiga kabupaten, yaitu Tulangbawang, Way Kanan, dan Tanggamus, yang berstatus zona kuning. Sementara di Lampung hingga kini belum ada daerah yang berstatus zona hijau. Sedangkan, daerah lainnya saat ini terkategori zona oranye.

Kebijakan tersebut berdasarkan Surat Edaran Nomor 045.2/1807/02/2021 tentang Penyelenggaraan Shalat Idulfitri 1442H dan kegiatan malam takbiran pada pandemi covid-19 di Lampung. Surat tersebut ditandatangani Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tertanggal 10 Mei 2021 yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se Lampung.

Baca Juga :  Wagub Mawardi Yahya Hadiri Launching Layanan Polisi 110

Kebijakan tersebut juga menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.07 Tahun 2021 tanggal 6 Mei 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idulfitri Tahun 1442 Hijriah.

“Salat Idulfitri 1 Syawal 1442 H di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing. Sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya,” kata Gubernur Arinal.

Kemudian salat Idulfitri dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari covid-19 yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan Satgas Covid-19.

Dia melanjutkan, pelaksanaan salat Idulfitri di masjid dan lapangan wajib memperhatikan protokol kesehatan covid-19, yaitu jamaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat, panitia salat Idulfitri dianjurkan menyiapkan alat pengecek suhu, bagi para lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat.

Baca Juga :  Pimpinan DPD RI : Percepatan Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Adalah Keniscayaan

Kemudian seluruh jamaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan salat dan khutbah Idulfitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, maksimal 20 menit. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan salat juga agar dilengkapi pembatas transparan antar khatib dan jamaah. Terakhir, saat rangkaian salat berakhir jamaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dan sentuhan fisik.

Ia juga menyampaikan panitia salah Idulfitri wajib berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas. Hal itu agar protokol kesehatan covid-19 diterapkan dengan baik, aman dan terkendali. (*/Robin)

Leave A Reply

Your email address will not be published.