Alfa Ruliandi : Dinamika Mudik Lebaran 2021 Tuan Rumah Dilarang, Tamu Luar Negri diperbolehkan Ada Apa Dengan Negeriku ini Tuhan?

0

Jakarta || Kilasbetita.id – Keadaan genting yang memaksakan manusia untuk selalu berfikir kreatif menghadapi situasi dan kondisi pandemi covid 19 yang semakin hari semakin meningkat angkanya, membuat lahirnya beberapa pandangan dan persepsi yang dikeluarkan dari berbagai kalangan masyarakat. Bukan hanya Indonesia yang menghadapi situasi genting ini, tetapi keadaan pandemi juga dialami oleh beberapa negara di dunia dan sangat berdampak bagi jalannya bidang perekonomiani suatu negara khususnya.

Waktu yang sangat lama bagi manusia untuk menghadapi dan mulai beradaptasi dengan keadaan pandemi covid 19 ini, guna meningkatkan kembali pemulihan ekonomi suatu negara dan dan memulihkan keadaan untuk kembali normal tanpa adanya kondisi pandemi lagi. Dua tahun silam Indonesia dan beberapa negara di dunia menghadapi keadaan genting akibat pandemi, waktu yang tidak sebentar untuk dihadapi dan berupaya memulihkan keadaan.

Mudik merupakan suatu momen dimana terjadinya temu kangen antar keluarga. Namun sedikit berbeda, dua tahun terakhir ini banyak dinamika yang mungkin menghasilkan problematika untuk menjadi pro kontra perbincangan manusia terkait persepsi mudik lebaran.

Beberapa statement dikeluarkan baik dari kalangan masyarakat maupun pemerintahan, aparatur, dan sipil negara yang mengemukakan pendapat terkait “sayangi keluarga dengan tidak mudik”. Asumsi yang sangat bagus dan tegas untuk dijadikan sebagai dasar untuk semua pemudik supaya terus menyayangi keluarganya dengan tidak mudik ke rumah. Persepsi masyarakat yang agak sedikit Contra terhadap keputusan pemerintah melarang mudik, membuat sedikit perbincangan masalah publik yang beredar sehingga timbul asumsi-asumsi baru yang benar keberadaannya.

Seperti udah sama-sama kalangan ketahui bahwa akhir-akhir penghujung menjelang mudik lebaran ini kasus covid di India melesat naik tinggi dengan cepat. Di tengah problem tersebut Indonesia malah membiarkan warga negara India untuk bebas keluar masuk ke negara Indonesia.

Dengan tujuan apapun dan alasan apapun itu ketika warga serta bangsa sendiri sebagai tuan rumah dilarang mudik ke kampung halamannya masing-masing, seharusnya pemerintah menunjukan sikap syang tegas kepada warga negara asing untuk tidak bebas keluar masuk Indonesia dengan sewenang-wenang.

Baca Juga :  ASAHAN KEHILANGAN KARAKTERNYA

Bumi Indonesia ini milik rakyat, bukan warga negara asing, yang berhak merasakan angin segar di bumi Indonesia ini adalah bangsa sendiri bukan warga negara asing seperti India di tengah maraknya krisis ekonomi karena pandemi covid 19 ini.

Menyikapi hal ini, sebagai warga negara memberikan asumsi bahwa ketika rakyat sendiri dilarang untuk mudik dan keluar masuk ke antar kota, iya itu kebijakan yang sangat bagus demi
memutus mata rantai Covid 19 ini. Tetapi, menyikapi tentang kebijakan pemerintah yang membebaskan warga negara asing termasuk India yang sedang kisruh keadaan pandemi di negaranya, untuk keluar masuk Indonesia dengan alasan apapun itu, maka disini pemerintah sudah menunjukan kebijakan yang sangat ancur dan tidak ber- pri keadilan terhadap bangsanya
sendiri.

Pemerintah lebih mengutamakan warga negara asing dibanding bangsanya sendiri. Kebijakan yang sangat ranncu dan patut dipertanyakan, Ada apa dengan Indonesiaku ?.

Jika berbicara kepentingan, maka tak ujung akan usai peroblematikanya. Semakin mengurus kepentingan, maka semakin tertinggal kemajuan dalam segi apapun. Hal seperti ini mengundang berbagai konflik dan beberapa pandangan terkait tidak tegasnya pemerintah
dalam menangani kasus covid karena membebaskan warga India untuk keluar masuk Indonesia di tengah melesatnya kasus covid di negara tersebut. Momen ini seharunya dijadikan pemerintah sebagai momen dimana pemerintah dapat menunjukan ketegasannya terhadap
masyarakat dengan tidak membolehkan warga asing untuk keluar masuk Indonesia termasuk India yang sedang marak-maraknya kasus covid di negaranya.

“Lagi-lagi dan lagi pemerintah menunjukan sikap ketidak tegasannya dalam mengeluarkan kebijakan terkait pandemi covid 19 ini”


Red. Fhari

Leave A Reply

Your email address will not be published.