Sambut Lebaran : Ratusan Warga Parungkujang Gelar Pawai Obor

0

Kilasberita.id | Lebak – Ratusan warga Kp.Parungkujang, Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, melakukan takbir keliling. Selain itu, warga juga turut menggelar pawai obor. Rute takbir keliling yang dilakukan warga hanya seputar kampung mereka saja. Takbir keliling itu diikuti oleh semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Selain bertakbir, warga juga melantunkan salawat saat pawai obor keliling kampung. Salah seorang warga, Imron mengaku kegiatan pawai obor bukan pertama kali dilakukan.

“Pendapat saya tentang kegiatan ini sangat menyenangkan, karena ini barusan dilaksanakan, sangat membangkitkan semangat buat kita semua, bisa memberikan motivasi,” katanya kepada wartawan, Rabu (12/5/2021) malam.

Imron berharap kegiatan semacam ini terus terlaksana setiap tahunnya. “Karena ini untuk memeriahkan kampung dalam rangka malam takbiran, menyambut hari raya Idul Fitri, ” katanya.

Meski demikian, semua warga tetap menerapkan protokol kesehatan, Sebelumnya pemerintah melarang takbir keliling di malam Idul Fitri. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, putusan itu diambil lantaran takbir keliling berpotensi menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :  Pangdam I/BB dan Wakapoldasu Cek Lokasi Karantina WNI di Kota Medan

“Malam takbir Idul Fitri nanti, kita tahu bahwa takbiran ini jika dilakukan secara, yang sudah dari beberapa daerah, dengan cara berkeliling ini akan berpotensi menimbulkan kerumunan-kerumunan, dan ini artinya membuka peluang untuk penularan virus COVID-19. Oleh karena itu kami juga memberikan pembatasan terhadap kegiatan takbir ini, takbir keliling kita tidak perkenankan,” kata Yaqut dalam jumpa pers virtual, Senin (19/4/2021).

Kendati demikian, Yaqut menekankan bukan berarti gelaran takbiran dilarang. Takbiran hanya boleh dilakukan di dalam masjid atau musala, itupun dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Silahkan takbir dilakukan di dalam masjid atau mushola, supaya sekali lagi, menjaga kita semua, kesehatan kita semua dari penularan COVID-19. Itupun tetap dengan pembatasan 50% dari kapasitas masjid atau musala,” ujarnya.

Red/fhari

Leave A Reply

Your email address will not be published.