Menteri Suharso: Turnkey Project Diperlukan Untuk Mempercepat Penguasaan dan Penerapan Teknologi Industri

0

Jakarta || Kilasberita.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan strategi transformasi ekonomi Indonesia terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama adalah penyelamatan ekonomi.

“Upaya pemerintah dalam menyelamatkan perekonomian melalui PSBB, PPKM, dan PEN berjalan cukup baik. Ekonomi Indonesia diperkirakan akan pulih sejak Q2-2021, seiring dengan mulai terkendalinya kasus Covid-19,” ujar Menteri.

Tahap kedua, RKP 2022 menjadi kunci pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Tahap ketiga, strategi transformasi ekonomi menuju visi indonesia 2045 dan TPB atau SDGs akan menjadi instrumen utama.

Hal tersebut disampaikan Menteri dalam diskusi clubhouse diaspora Indonesia, dengan tema Peran Inovasi dan Teknologi dalam Membantu Indonesia Keluar dari Middle Income Trap, Rabu, 19 Mei 2021.

Baca Juga :  Menparkraf Kunjungi Sejumlah Potensi Wisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Sabang

Dalam kesempatan itu, Menteri juga mengatakan, kemampuan berinovasi di Indonesia masih rendah. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah rendahnya kuantitas dan kualitas riset.

Akibatnya ekspor produk berteknologi tinggi rendah dan terus menurun. “Untuk itu diperlukan industrialisasi teknologi melalui turnkey project,” ujar Menteri.

Pengadaan teknologi industri melalui proyek putar kunci bertujuan mempercepat penguasaan dan penerapan teknologi industri agar dapat dikuasai, dimanfaatkan, dan dikembangkan di dalam negeri.

Menteri menjelaskan investasi yang masuk memberikan kesempatan terjadinya transfer teknologi.

Baca Juga :  Dikunjungi Kapolri, Jaksa Agung : Ini Tonggak Peningkatan Sinergitas

“Namun demikian, Indonesia harus meredesain transformasi industri dan teknologi agar bisa melangkah ke tahap berikutnya dan keluar dari middle income trap,” tutur Menteri.

Menutup pidatonya, Menteri menyampaikan 4 tahap untuk mendorong industrialisasi teknologi melalui investasi. Pertama, FDI absorption, yaitu Industri manufaktur sederhana dan masih membutuhkan foreign guidance.

Kedua, internalizing technology, telah memiliki industri pendukung, namun masih membutuhkan foreign guidance. Ketiga, creativity, yaitu menguasai teknologi dan manajemen serta mampu memproduksi barang berkualitas tinggi. Keempat, global leader, yaitu memiliki kemampuan penuh berinovasi dan mendesain produk serta menjadi global leader. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.