Pelayanan PN Sinjai Mengecewakan, Keluarga Korban Kekerasan “Dijadikan” Bola Pimpong

0

Sinjai || Kilasberita.id – Orang tua korban kasus penganiayaan anak di bawah umur yang di duga dilakukan oknum Dishub Sinjai beberapa bulan lalu, menyambangi Pengadilan Negeri (PN) Sinjai untuk meminta salinan keputusan hakim atas kasus tersebut, Senin (24/05/2021).

Orang tua korban AB kepada wartawan mengatakan dirinya sangat kecewa atas pelayanan di pengadilan negeri sinjai yang tidak transparan dan tak mau memberikan bukti salinan putusan hakim itu.

” Saya merasa seperti dijadikan bola pimpong alias kesana kesini, kekanan ke kiri, gitu terus hanya untuk meminta salinan perkara kasus anak saya,” kesalnya.

Ditambahkannya “Masa saya selaku orang tua korban tidak mau di kasi bukti salinan tersebut, ada apa? khan saya sudah dari kejaksaan melalui JPU dan Kasi Pidum untuk meminta salinan tersebut, namun JPU dan Kasi Pidum mengarahkan saya ke pengadilan negeri sinjai untuk meminta salinan tersebut, sebab menurutnya yang berhak memberikan salinan tersebut adalah pengadilan dan bukan haknya di kejaksaan,” tutur JPU melalui AD SH.

“Sayapun segera merapat ke pengadilan untuk meminta salinan tersebut, namun sebelum itu pihak staf pengadilan negeri sinjai menyampaikan ke saya agar mengisi dulu suatu daftar isian yang telah disiapkan sebagai penguat dan pernyataan orang tua korban, sebelum surat salinan putusan hakim tersebut diberikan. Namun melalui Kasubag PTIP Pengadilan Negeri Sinjai (EP) SH, melarang untuk diberikan bukti salinan tersebut, sebab menurutnya yang berhak memberikan salinan tersebut adalah JPU atau Kasi Pidum di kejaksaan dan bukan disini tempatnya,” tutur EP kepada orang tua korban.

Baca Juga :  Duka Cita TNI dan Polri Merasa Kehilangan Sosok Jurnalis Senior"Hong"Semoga Khusnul Khatimah

Ditambahkannya, “Seharusnya JPU atau Kasi Pidum yang datang ke pengadilan meminta salinan tersebut, apa lagi kan sudah ada juga sama mereka salinannya itu. Kecuali kalo bapak selaku orang tua korban bersurat secara resmi untuk meminta salinan tersebut, maka nantinya ketua pengadilan yang berhak menentukannya.” Ungkapnya.

Khan bapak selaku orang tua korban telah diwakili oleh pihak JPU jadi minta sama dia, dan yang sebenarnya salinan itu diberikan kepada tersangkanya atau terdakwanya bukan ke bapak, khan bapak selaku korban.” Tutupnya.

AB selaku orang tua korban geram dan kecewa sebab merasa dipermainkan dan dipimpong kiri kanan, ia mengatakan kepada media bahwa “Itu salinan seharusnya ada juga diberikan kesaya, kan saya berhak tau juga atas keputusan yang ada dalam salinan tersebut. Malah saya sudah mengisi daftar data yang telah disiapkan oleh stafnya itu dan malah KTP saya diminta untuk di copy selaku bukti orang tua korban yang telah datang meminta salinan tersebut, namun tidak jadi juga diberikan, khan bingun saya jadinya atas aturan-aturan di pengadilan ini, malah saya minta nomor Hp Kasubagnya langsung malah enggang juga diberikan dan spontan ia katakan bahwa nomor hp saya tidak sembarang saya berikan, ucap EP kalo saya tidak salah nama.

Baca Juga :  Pasar Leuwiliang Menjadi Target Was Gakplin Koramil 2116 Leuwiliang Bogor

“Yang jelas hal ini saya selaku orang tua korban sangat kecewa atas pelayanan di pengadilan negeri sinjai, saya ini tidak ngerti hukum dan saya ini hanyalah masyarakat kecil yang butuh keadilan di negeri ini, masa nomor Hp saja enggang diberikan, ada apa.” Tuturnya dengan nada kesal.(AVID)

Leave A Reply

Your email address will not be published.