ANGGOTA KOMISI II DPR-RI BERANG ADANYA LAPORAN DARI BKN TENTANG , ASN BODONG (FIKTIF)

0

KOTA LANGSA | KILASBERITA.ID – Terkait adanya informasi dari BKN pusat yang menyatakan adanya ASN bodong membuat Nasir Jamil sebagai anggota Komisi II DPR-RI berang. Menurutnya hal itu terjadi sejak tahun 2011-2012 sampai saat ini tuturnya, Jum’at, 28/05/21.

Bedasarkan keterangan dari pihak BKN (Badan Kepegawaian Negara) yang menyatakan masalah itu sudah pernah diselesaikan namun sampai saat ini sebut Nasir Jamil,bagaimana bentuk penyelesaian nya pihak Komisi II DPR-RI belum mendapat laporan, kita harus merespon dengan cepat masalah yang terjadi di BKN Pusat sebut Nasir Jamil kepada media kilasberita.id, saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Jum’at, 28/05/21.

” Yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah MENPAN RB, karena jumlah Pegawai Bodong berdasarkan hasil laporan yang di terima komisi II DPR-RI berjumlah ratusan orang banyaknya. Tentu kebocoran keuangan negara mencapai milyaran rupiah, karena gaji mereka terus dibayarkan sampai saat ini, dan Nasir Jamil meminta kepada semua pihak yang mengetahui adanya info ASN Bodong segera melaporkan, jangan ada rasa takut.

Baca Juga :  Kabar Duka, Atas Wafatnya Ibu Hj. Nurhayati Yusup Anggota DPRD Tangsel Sekaligus Keluarga Besar dari Salah satu Anggota Media Kilasberita.id Kabiro Pandeglang

Kita akan ungkap masalah itu agar menjadi terang dan jelas. Diharapkan kedepan tidak ada lagi kasus yang sama, “sebut Nasir Jamil dengan tegas.

Ketua DPD PWRI Provinsi Aceh,S. Ramadhan Jamil turut mengomentari, “agar rekan- rekan Jurnalis yang bergabung di wadah PWRI khususnya di Aceh agar dapat menayakan kepada BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kab/kota, apakah ada di bawah jajaran nya ditemukan ASN Bodong, dapat dipubliskasikan.

Media massa tidak perlu takut untuk memberitakan kasus tersebut, artinya kita turut membantu Komisi II DPR-RI yang sedang menyelidiki kasus dugaan ASN fiktif yang saat ini sedang kisruh,” tutup Ramadhan. (Ads)

Leave A Reply

Your email address will not be published.