Rizki Maulana Remaja Asal Ciamis Ini Membutuhkan Darah AB 3 Labu Setiap Bulanya

0

Ciamis || Kilasberita.id – Untuk mempertahankan kebutuhan darah cucunya yang terkapar akibat penyakit leukemia atau kanker darah, Neneh berjuang setiap bulannya mencari darah AB tiga (3) labu.

“Susah mencarinya mas, ke Unit Transpusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Ciamis hanya dapat 1 labu, karena stok di PMI tidak ada”, ungkap Neneh (53) kepada media ini pada, Minggu (30/5-2021).

Untuk memenuhi kebutuhan tiba-tiba datang dua orang yang kebetulan sama darah AB, ia menawarkan dengan harga Rp 300 ribu s/d Rp 400 ribu. Walau uang pas-pasan Neneh terpaksa membelinya.

“Itu transaksi nya (beli darah*red) di halaman PMI Ciamis.” Papar Neneh sembari menumbuk bumbu di tempat jualannya di tepi Jalan Raya Lingkar Selatan, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat, Minggu (30/5-2021).

Baca Juga :  Tak Mau Kampung Sehatnya Terkontaminasi Covid-19, 20 Pemudik di Maluk Diswab Antigen

Sementara cucunya yang bernama Rizki Maulana, terbaring di rumahnya Perum Surungdayung Blok B No.173 RT 2 RW 17 Desa Handapherang, Kecamatan Ciamis.Bila pagi atau siang makannya dijajap atau menyetok makanan di rumah bila ditinggalkan berjualan. Kakeknya Kardi, berjualan roti keliling.

Rizki Maulana,tinggal bersama Neneknya sejak bayi, ia tidak mengenal orang tuanya sampai kini, Makanya Rizki masuk KK nenek dan kakeknya.

Ketika awak media menyambangi ke rumahnya, Rizki Maulana tengah berbaring di tempat tidur.

“Sudah lama engak masuk sekolah.l, Karena capek sekali”,kata Rizki Maulana kepada awak media. .

Rizki Maulana duduk di bangku MTs 15 Ciamis, kelas 8. Ia aktif dilingkungan sekolahnya. “Sudah ingin bersekolah lagi tetapi terasa capek kalau banyak gerak”, katanya.

Baca Juga :  Sebanyak 64 Lansia di Desa Ganti DiVaksinasi Tahap II

Ketika awak media menanyakan, apakah dari pihak sekolah sudah ada datang menengok, atau mungkin memberikan bantuan untuknya Rizki mengatakan tidak pernah.

“Dari sekolahan belum ada yang datang menengok, apalagi memberikan bantuan… Tidak pernah”,Ungkap Rizki .

“Bantuan datang dari saudara, tetangga dan pernah sekali BAZNAS memberikan bantuan lewat sekolah sebesar Rp 1 juta. Untuk cek up tanggal 11 Juni, baru ada satu orang yang akan mendonorkan darahnya.” Terang Rizki.

Bila tidak ada darah di PMI Ciamis, mereka akan mencari ke PMI Kota Tasikmalaya. Dan kondisi ini sangat membutuhkan bantuan daei segala pihak karna setiap bulannya Rizki membutuhkan darah AB. (*/D.Ruhimat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.