Adakah Larangan PNS Jadi Wartawan ?

0

Langsa, Aceh || Kilasberita.id – Acap kali kita dipertanyakan “Bolehkah PNS jadi Waryawan ?”
Menyahuti pertanyaan ini lah penulis mencoba memaparkan penjelasan menurut pendapat pribadi.

Apabila PNS merangkap Wartawan, Analoginya sudah jelas yang bersangkutan tidak Independen (tidak netral) lagi, kalau tidak Independen lagi tentu beritanya tidak Akurat, bila berita tidak Akurat tentu tidak berimbang lagi. Kalau berita tidak berimbang sudah barang tentu berpotensi merugikan orang lain.

Mana mungkin seorang PNS berani menyoroti atasannya, justru yang muncul hanya berita-berita yang bernuansa “Asal Bapak Senang” (ABS) Yang pada akhirnya muncul lagi istilah baru dengan sebutan “Wartawan peliharaan” dan dengan sengaja atau tidak menabrak Kode Etik Jurnalistik sebagai rambu-rambu Pers.

Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kode Etik Jurnalistik dan PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak terdapat suatu pasal pun larangan PNS jadi Wartawan.

Baca Juga :  ASAHAN KEHILANGAN KARAKTERNYA

Apabila kita cermati bunyi pasal 1 Kode Etik Jurnalistik, maka sebaiknya memang Wartawan sudah diangkat menjadi PNS tidak usah lagi menjadi Wartawan.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak bunyi pasal 1 Kode Etik Jurnalistik.

Pasal 1 : Wartawan Indonesia bersikap Independen, Menghasilkan berita-berita yang Akurat,Berimbang,dan tidak ber-Etikad Buruk.

Penafsirannya :
a.INDEPENDEN berarti memberitakan Peristiwa atau Fakta sesuai dengan Suara Hati Nurani tanpa campur tangan paksaan dan Intervensi pihak lain termasuk pemilik perusahaan Pers.

b. AKURAT berarti dipercaya benar sesuai dengan keadaan Objektif ketika peristiwa teradi.

c. BERIMBANG berarti semua pihak berhak mendapat kesempatan setara.

Baca Juga :  Budi Karya Menteri Perhubungan Diminta Mundur Oleh Ormas Solidaritas Merah Putih

d. TIDAK BERETIKAD BURUK berarti tidak ada niat dengan sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

Kendati demikian bukan berarti PNS tidak boleh jadi Wartawan karena masih ada kesempatan menjadi wartawan media milik Pemerintah, misalnya Majalah atau Tabloid yang diterbitkan Pemerintah. Kemudian tentu saja tidak ada larangan bagi siapapun menjadi penulis karena sifatnya tidak mengikat.

Paparan ini adalah pendapat pribadi penulis yang merupakan jawaban pada yang bertanya-tanya dan tentunya ada pendapat lain harus pula kita hormati.

Tulisan ini tidak ada niat sama sekali untuk menyudutkan siapapun juga dan bila ada yang tidak berkenan mohon beribu maaf.
Penulis adalah wartawan media ini. (Junaidy)

Leave A Reply

Your email address will not be published.