ASAHAN KRISIS PENDIDIKAN, Bertahun Tahun Tak Lagi Alokasikan Anggaran Untuk Beasiswa Bagi Mahasiswa/i Berprestasi dan Kurang Mampu

0

ASAHAN || KILASBERITA.ID – Kabupaten Asahan merupakan salah satu kabupaten yang cukup kaya akan sumber daya alamnya juga sumber daya manusia yang majemuk, merupakan salah satu kabupaten yang terletak diprovinsi sumatera utara menjadikan Kabupaten Asahan sebagai daerah yang sebenarnya mempunyai potensi besar untuk menjadi daerah maju, khusunya dalam hal pendidikan, Kamis (03/06/2021).

Namun nyatanya 75 tahun pasca terbentuknya kabupaten Asahan, masih belum mampu untuk menepis ketimpangan pendidikan serta menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas di kalangan program pemerintahannya, Pemerintah Asahan sampai dengan saat ini seakan menomor dua kan sektor pendidikan, padahal seperti yang sama sama kita ketahui bahwa pendidikan menjadi point penting terhadap kemajuan suatu daerah.

Paska terpilihnya H.Surya B.sc sebagai Bupati Asahan periode 2021-2026 masyarkat dan terkhusus mahasiswa sangat berharap bupati baru mampu menjadi angin segar untuk kemajuan pendidikan di kabupaten Asahan khususnya dalam hal pemberian beasiswa bagi Mahasiswa/i asal kabupaten Asahan yang mengemban pendidikan di dalam maupun diluar kabupaten Asahan.

Namun nyatanya hal itu tak kunjung terlaksana.
Padahal Melalui Asahan Cerdas Bupati Asahan H.Surya, Bsc menjadikan sektor pendidikan sebagai 10 program prioritas program pembangunan yang menjadi janji politiknya dalam Pilkada Asahan tahun 2020. Ke sepuluh program tersebut disampaikan dalam acara Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Asahan yaitu digitalisasi birokrasi, sumber daya manusia tangguh, ekonomi mandiri, Asahan sehat, Asahan cerdas, infrastruktur kuat, Asahan religius, lingkungan berbasis partisipatif, Asahan go wisata, dan Asahan perang Covid-19.

Juga dalam Misi ketujuh Pemerintah kabupaten Asahan yakni menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dengan memanfaatkan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui budaya literasi.

Sangat disayangkan Program Prioritas dan misi ketujuh pemerintah kabupaten asahan hanya secerca tulisan yang bahkan sampai dengan sekarang takkunjung terlaksana, tampaknya Bupati Asahan benar-benar tidak fokus terhadap kemajuan pendidikan dikabupaten Asahan.

Kabupaten Asahan merupakan salah satu Kabupaten yang sudah bertahun-tahun tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi mahasiswa/i nya padahal banyak kabupaten di sumatera utara yang sudah mulai fokus terhadap kemajuan pendidikan khususnya dalam hal pemberian beasiswa bagi mahasiswa/i nya padahal jelas dalam aturan Mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.

Baca Juga :  Danang Rizki Ginanjar, Calon Terkuat Dirjen Kemkominfo, HMPI DKI: Sudah Saatnya Dirjen berasal dari Anak Muda yang Mumpuni

Pasal 12 (1.d), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.

Selain undang-undang diatas, tercantum undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi di dalam Pasal 76 Ayat (2) juga jelas mengamanahkan tentang pemenuhan hak Mahasiswa yaitu mahasiswa pemerintah harus memberikan (a) beasiswa kepada Mahasiswa berprestasi; (b) bantuan atau membebaskan biaya Pendidikan; dan/atau (c) pinjaman dana tanpa bunga yang wajib dilunasi setelah lulus dan/atau memperoleh pekerjaan.
Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan biaya yang cukup besar.

Oleh karena itu bagi setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya, dan berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.

Namun tampaknya pemerintah asahan belum mampu untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas program kerjanya padahal ada ratusan mahasiswa/i berprestasi dan kurang mampu yang sekarang sedang bersusah paya untuk mengemban pendidikan di dalam mapun diluar Asahan.

Apa yang sebenernya terjadi di kabupaten Asahan ini apakah memang tidak ada anggaran yang bisa di keluarkan untuk beasiswa atau sebenernya ada namun salah pengalokasian, tidak tepat sasaran, atau mungkin bahkan masuk kedalam kantong para pejabat pemerintahan, pantaslah dugaan-dugaan seperti ini muncul karena sampai sekarang belum ada titik terang akan jawaban hal tersebut Bupati Asahan sebagai penanggung jawab penuh dalam hal ini melalui kepala dinas pendidikan harus segara mengevaluasi hal ini kami segenap Mahasiswa/i yang berasal dari kabupaten Asahan merasa miris dan memberikan nilai merah untuk kinerja pemerintah kabupaten Asahan apabila terus terusan tidak memprioritaskan pendidikan, kalau kabupaten dan kota yang lain mampu untuk memberikan beasiswa terhadap Mahasiswa/i nya kenapa kabupten Asahan tidak mampu. (*)

MUHAMMAD ABDUL ALI LUBIS, Masyarakat Asahan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Youth Representative Of IPPA North Sumatera

Leave A Reply

Your email address will not be published.