Asep Suryana : Dinamika Pendidikan di Daerah Pelosok

0
Kilasberita.id - Opini Mahasiwa - Pendidikan adalah hal penting bagi setiap manusia, oleh sebab itu kita semua berhak mendapatkan pendidikan.  Berasal dari kalangan apapun dan bagi  golongan manapun.  Sesuai dengan apa yang dikatakan Ki Hadjar Dewantara bapak pendidikan nasional,  “pendidikan yaitu tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak– anak.  karena dengan pendidikan manusia dapat merubah nasibnya menjadi lebih baik”,  tidak hanya itu  dengan pendidikan juga  akan tertanam moral dan intelektualitas yang baik bagi sang anak.  

Seperti halnya yang dijelaskan dalam undang-undang No. 20 tahun 2003 pasal 13 tentang sistem pendidikan nasional pasal 13 mengatakan bahwa “tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar lebih menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Mari kita fokuskan pada  kalimat “menjadi  lebih”, pada dasarnya setiap manusia memang baik, namun akan lebih baik lagi ketika manusia tersebut mendapatkan pendidikan yang layak.  

   Pendidikan yang dimaksud disini adalah pendidikan formal seperti sekolah. Namun masih banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak penting, sekolah hanya menghabiskan uang, terlebih lagi bagi masyarakat yang berada di pedesaan atau daerah-daerah tertinggal. Mereka beranggapan bahwa bekerja lebih penting dari pada sekolah,  khsusnya bagi perempuan, ada anggapan yang  mengatakan bahwa “perempuan tidak harus berpendidikan tinggi, karena pada akhirnya perempuan akan bertempat di  dapur, sumur, dan kasur”.  

Hal ini tentu salah besar, sebagai perempuan, harusnya stigma-stigma negatif itu sudah tidak ada seiring dengan perkembangan zaman, mungkin saja jika sudut pandang tersebut dikuatkan sebagai penghormatan seorang istri terhadap suaminya, akan tetapi bukan bermakna bahwa perempuan tidak harus mengemban pendidikan. Salah menalarkan makna  seperti itu merupakan contoh  kecil kurangnya pendidikan.  

 Pemikiran–pemikiran seperti itu harus segera dihilangkan, karena jika tidak, pemikiran tersebut hanya akan menghambat seseorang untuk lebih maju. Di indonesia sendiri pemerintah sudah banyak menyediakan saranan dan fasiltas  pendidikan yang layak, namun masih banyak masyarakat yang belum bisa merasakan fasilitas–fasilitas tersebut. Seperti masyarakat dipedalaman atau biasa disebut daerah tertinggal, yang belum tersentuh teknologi, belum tersentuh fasilitas–fasilitas yang layak, bahkan masih ada ada yang belum tersentuh listrik sekalipun.

    Di daerah tertinggal  masih banyak kita temui sekolah–sekolah yang kurang layak untuk ditempati, dari mulai atap bocor, berlantai tanah, dinding kelas yang sangat rapuh, dan masih banyak ketidaklayakan lainnya. Di serang, Banten contohnya, Pusat Telaah dan Informasi Regional Banten (pattrio) mengatakan bahwa tiga dari sepuluh siswa bertaruh nyawa karena sekolah rusak.  Hal ini menyebabkan penggunaan ruang kelas dilakukan secara bergantian sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi tidak kondusif. Ini juga disebabkan karena anggaran dana pendidikan yang sedikit, belum lagi jalanan menuju ke sekolah yang jauh, melewati jembatan yang sudah tidak utuh, menyebrangi sungai, mereka bertaruh nyawa demi sampai kesekolah.  

Menurut Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina, Di kabupaten Pandeglang ada siswa yang harus menempuh 20 Kilometer untuk sampai ke sekolah. Bahkan di Lebak Banten, jarak tempuh ke sekolah bisa mencapai 25 Kilometer. Inilah salah satu faktor anak lebih tertarik membantu orangtuanya bekerja dibandingkan harus berangkat ke sekolah. Tentu sangat memprihatinkan bukan? Sekolah yang kurang nyaman akan membuat motivasi  belajar siswa dan guru berkurang, sehingga banyak murid yang memutuskan meninggalkan sekolah akibat fasilitas yang kurang nyaman. 

   Masalah pendidikan di daerah tertinggal lainnya yaitu kurangnya tenaga pendidik (guru). Menurut Berg (2006) Riza Diah, AK dan Pramesti Pradna P. Menjelaskan jika penyebab ketidak inginan para guru untuk mengajar di daerah terpencil adalah karena letak sekolah yang sulit dijangkau. Tidak hanya itu, guru  yang mengajar di daerah tertinggal tidak betah karena kurangnya fasilitas yang layak sehingga tidak adanya hiburan.  Hal seperti inilah yang membuat Guru lebih tertarik mengajar di sekolah yang berada diperkotaan dibandingkan harus mengajar didaerah  terpencil atau tertinggal. Kasus di Daerah Banten merupakan salah satu contoh dari kurangnya fasilitas pendidikan, dan di daerah lainnya pun masih banyak kita temui kasus-kasus serupa yang tidak banyak terjamah publik. 

 Pemerintah setempat dan pemerintah pusat harus bertindak tegas dan cepat dalam mengatasi masalah tersebut. Karena jika tidak, generasi penerus bangsa tidak akan mampu bersaing dengan anak-anak yang lain, akibatnya hanya akan menambah jumlah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia karena kurangnya ilmu dan wawasan. Jika pemerintah masih saja diam melihat kasus seperti ini, mahasiswa jangan bungkam meunutup diri. Mahasiwa yang dikenal sebagai  generasi perubahan harus bisa mengatasi masalah-masalah klise yang akan terus menerus ada seperti contoh di atas. 

Untuk menjadikan sekolah yang nyaman dan aman Mahasiswa dapat mengadakan kegiatan yang berbau pendidikan di berbagai daerah. Contohnya membantu para guru dengan mengajar, mendirikan taman baca, mengumpulkan donasi peduli pendidikan, merenofasi tempat belajar, dan masih banyak hal lainannya yang dapat dilakukan mahasiwa untuk mengubah dunia pendidikan di daerah tertinggal. Karena untuk menjadikan generasi yang mampu merubah nasib diri dan bangsanya sendiri butuh tempat belajar yang aman dan nyaman sehingga generasi penerus bisa lebih termotivasi untuk belajar dengan rajin. Sehingga dapat terwujudnya bangsa yang maju, karena masa depan bangsa akan aman ditangan masyarakat yang berpendidikan.

Baca Juga :  Abdullah Tuasikal Minta Menteri KKP Serius Menangani Lumbung Ikan di Maluku

Penulis : Asep Suryana
Mahasiswa ITBAD Jakarta

Red

Editor : Acep S

Leave A Reply

Your email address will not be published.