Petugas Pengadilan Agama Kab Bogor, Marah dan Lempar Nomor Antrian Pelanggan.

0

Cibinong,kilasberita.id – Warga ramai mendatangi Pengadilan Agama Kabupaten Bogor Guna mencari keadilan dan sebagian warga untuk mengambil akte cerai, terpantau oleh awak media adanya pelanggaran prokes yang terjadi sehingga patut di pertanyakan penerapan prokes yakni Jaga jarak di Pengadilan Agama yg berlokasi di Lingkungan Tegar beriman Pemda Kab Bogor.

Terlepas dari itu, salah satu warga sebut saja As menyayangkan sikap pelayanan oleh oknum petugas jaga nomor antrian yang tidak ber etika dan tidak sopan saat As meminta nomor antrian untuk 2 berkas yg sudah di lengkapi surat kuasa guna pengambilan akte cerai namun oknum petugas emosi dan membuang nomor antrian.

Baca Juga :  Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu 1,129 Ton Jaringan Timur Tengah – Indonesia

” Saya ingin membantu salah satu warga yang datang dari jauh untuk mendaftarkan berkasnya terjadilah peristiwa yang di lakukan oknum itu menghambur-hamburkan nomor antrian di depan orang banyak ” ungkap As.Senin (7/06/2021)

Sangat di sayangkan pelayanan dari oknum Pengadilan Agama yang tidak sopan dalam menjalankan tugas terlepas adanya aturan administrasi terkait pendaftaran melalui nomor antrian seharusnya ada informasi publik yang terpampang sehingga masyarakat mengetahui seperti jam pelayanan tutup jam 2 saat di konfirmasi petugas jaga antrian memgatakan dari pihak BANK ,di jam yang sama pihak Bank mengatakan tergantung dari yang mendaftar hal ini jelas dua arah yg berbeda dalam penyampaian aturan.

Baca Juga :  Curi Sepeda Motor Milik Mahasiswa, Sopir Angkot Diringkus Tim Maleo Polda Sulut

Di waktu yang berbeda (8/6), Dede sebagai Ketua Panitra saat di temui di ruangannya mengatakan terkait masalah nomor antrian sesuai peraturan 1 nomor untuk satu berkas ” 1 antrian untuk satu berkas nah yang kemaren ada yang minta 2 nomor antrian maka terjadi hal tersebut ( melemparkan nomor antrian ) terlepas dari itu masalah Prokes kita selalu menghimbau dan ingatkan namun masyarakatnya yg tidak menanggapi terjadi keramaian itu misalnya mengurus gugatan cerai yg hadir semua keluarganya di bawa sementara mereka paham stuasi negeri sekarang ini( Vovid 19 ) mau kita usir kan tidak mungkin.” papar Dede .

Sumber : Delikperkara.co.id

Red

Editor : Acep Sanusi

Leave A Reply

Your email address will not be published.