Bagaimana Lampung Mau Maju !! Kalau Dibangun Asal-asalan, Keterangan Politisi Golkar Toni Eka Chandra

0

KILASBERITA.ID Bandar Lampung – Toni Eka Chandra seorang pengusaha dan yang juga mengengeluti dunia politik yang sudah malang melintang terjun ke politik bahkan tahun 2O2O dia ikut sebagai kandidat Pilkada serentak Pilkada dilampung Selatan berpasangan dengan Toni Imam, Seorang politikus dari Golkar ini.

Tony menyatakan sejumlah proyek yang ada di provinsi Lampung perlu dievaluasi, Salah satunya, yang Tony kritisi adalah proyek Rp 5,7 miliar berupa jalan poros desa Tegal Mukti-Tajab di Kabupaten Way Kanan lampung.

“Kapan Lampung mau maju, kalau uang rakyat digunakan untuk pembangunan yang asal asalan,” kata Tony dengan salah satu media.

Baca Juga :  Anggota Kodim 0311/Pessel Menerima Penghargaan Dari Bupati Pessel

Kondisi proyek jalan provinsi Lampung tidak akan pernah mantap dan selesai, bila diserahkan kepada pemborong model seperti yang terjadi di Kabupaten Way Kanan membangun jalan Asal asalan.

Tony yang mantan ketua Komisi IV DPRD Lampung yang (membidangi infrastruktur jalan), dan tokoh yang dikenal publik dekat dengan Arinal Djunaidi, Gubernur Lampung Tony menyarankan agar Kepala Dinas PUPR lebih selektif lagi dan harus lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap Proyek-proyek pekerjaan di PUPR, karena bila dibiarkan hasilnya tidak akan mantap pembangunan infrastruktur yang butuh biaya besar tidak akan pernah selesai.

Baca Juga :  Dandim 0311/Pessel Tinjau Pelaksanaan Program Serbuan Vaksinasi di Wilayah Koramil 03/IV Jurai

Proyek peningkatan Jalan Poros Provinsi di Kabupaten Way Kanan kembali menjadi perbincangan publik, sepekan ini.
Belum saja genap 6 bulan, proyek tersebut dari serah terima pekerjaan,jalan sudah hancur pekerjaan menjadi amburadul Pengerjaan proyek tersebut terindikasi tidak sesuai dengan standar mutu, dimana terlihat di sepanjang 1 kilometer berlubang-lubang seolah-olah Asal-asalan dalam pengaspalan, tak hanya itu di beberapa bagian ruas jalan pun mengalami hal yang sama bukan hanya satu daerah diprovinsi lampung. Kalau Kepala Dinas PUPR tidak ketat mengawasi pekerjaan tersebut,” tutupnya. Selasa 22/6/21  

Sumber : Puddin A.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!