Terjadi Pergeseran Tanah Pasca Hujan Lebat Diwilayah Kecamatan Leuwisadeng Kab . Bogor

0

Bogor, Kilasberita.id – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor Khususnya di Kecamatan Leuwisadeng dari pagi hari hingga siang menyebabkan adanya pergesaran tanah di Kp.Cisaranten-3 Rt01/08 Desa Wangunjaya Kec.Leuwisadeng Kab.Bogor Provinsi Jawa barat pada Sabtu, (26/06/2021).

Menurut keterangan kepala Desa Wangunjaya, Bpk. Hanapi, bahwa kejadian tersebut sekira pukul 13.15 WIB ba’da dsuhur, “Telah terjadi pergeseran tanah di Desa Bangunjaya ini sekira Pukul 14.04 WIB.” Ujar Hanapi.

“Penyebabnya adalah, Hujan deras yang mengguyur dari pagi sampai siang hari. Sehingga struktur tanah yang ada di Bangunjaya ini tidak kuat menampung resapan air hujan, sehingga terjadilah pergeseran tanah tersebut.” Jelas Kades Hanapi kepada wartawan ketika dimintai keterangan dilokasi kejadian pada Sabtu, (26/06/2021) siang tadi.

Baca Juga :  Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjenpas, Ingatkan Kepala Lapas/Rutan Untuk Rajin Razia HP Warga Binaan

Kades Hanapi menjelaskaan kronologis kejadianya, “ Pada hari Sabtu tgl 26 juni 2021 sekira pkl 14 .04 wib mendengarah Suara gemuruh diarah Timur dari Desa Kantor Desa wangunjaya tepatnya bukit Cisaranten -3 Sektor Batu dua Berjarak kurang lebih 2 Km dari Pemukiman warga.” Jelasnya.

Pasca gemuruh itu terdengar, Babinsa, Babinmas, Kepala desa, BPBD, SatPol.PP dan Tokoh masyarakat disekitar lokasi memantau dari titik aman, mereka melihat pohon dan tanaman bergerak menuju Lembah persawahan warga.

“ Pohon dan tanaman bergerak menuju lembah persawahan kami, tanah sekira 200 M bergesernya dan ambruk dari hulu ke hilir sekira 1.000 Meter panjanya membentuk gundukan.” Terang salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Baca Juga :  Jajaran ASN Diskominfo Gayo Lues Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Akibat pergeseran tanah tersebut, sawah dan perkebunan warga tertimbun tanah serta pepohonan dan menutup aliran sungai yang mengairi persawahan warg.

Kepala Desa dan Babinsa untuk sementara melarang sekgala aktifitas warga dilokasi tersebut kegiatan pertanian dihentikan untuk mengantisifasi hal yang membahayakan warga, Yang tidak menutup kemungkinan terjadi pergeseran susulan kembali.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan, semnentara itu kerugian materiil masih belum bisa diketahui secara pasti.
Babinsa dan Kepala desa bergerak cepat, mereka berkoorinasi denga BPBD kecamatan dan Kabupaten, segera menyiagan satgas bencana desa, membuat posko pantau dan mensosialisasikan tanda-tanda darurat serta titik kumpul aman kepala seluruh warga. (Muhtar U.B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!