Selalu Impor. Riswan Mura : Buktikan Kerja Nyata Jangan Banyak Debat

0

LAMPUNG- Riswan Mura CEO CV Tulang Bawang Bangkit  mengatakan Strategi ketahanan pangan Indonesia benar-benar sedang diuji dimasa Covid-19 ini. Indonesia harus mengakui tentang keterbatasan sumber pangan, yang pada akhirnya Indonesia harus mengimpor bahan pangan utamanya beras.

” Vietnam dan Thailand, dua negara tetangga kita yang ternyata lebih surplus pangan dibanding kita. Mereka bisa eksport, kita belum”. Ujar Riswan Mura pada Minggu ( 27/06/21)

Riswan menjelaskan selain negara Vietnam dan Thailand pengimport beras. Negara Pakistan, India dan Myanmar juga memiliki stock pangan yang baik sehingga mereka bisa menjual ke negara lain.

Lalu bagaimana dengan Indonesia.? Tanya Riswan seorang tokoh muda asal Kabupaten Tulang Bawang Lampung

Baca Juga :  Oknum Kontraktor Divonis Bersalah, Ketum PPWI, Jurnalis Mendapat Keadilan

“Kita harus jujur mengakui, strategi ketahanan pangan kita perlu terus diperbaiki. Lima tahun terakhir ini kita tidak hanya import beras, tetapi juga import gula, daging, buah buahan, bahkan pisang dari Philiphina”. Jelasnya

Kata riswan, Ketik saja di mesin pencari google: “import indonesia”. Akan muncul fakta, data dan jejak digital import Indonesia .

” Kemarin saya menulis, tentang pentingnya tata kelola pertanian kita. Harus ada perbaikan mendasar. Harus ada garansi bahwa petani dan produk pertanian dilindungi negara. Harus ada pembelaan kepada petani. Jika sudah ada program, maka perlu dikawal”. Imbuhnya

Baca Juga :  Dirjen Otda Akmal Malik: Revisi UU Otsus Papua Adalah Upaya Gotong-Royong Bangun Papua dan Papua Barat

Perlindungan kepada produk pertanian harus dilakukan dengan tenaga ekstra. Contoh kasus: buah naga, jeruk, tomat yang melimpah, belum diimbangi dengan fasilitas pengolahan dan distribusi yang memadai.

Contoh lagi Lampung yg surplus pisang, belum diimbangi dengan pendirian pabrik pabrik pengolahan produk pisang. Misalnya pendirian pabrik tepung pisang. Padahal permintaan tepung pisang untuk konsumsi dunia sangat tinggi.

” Ini masalah yang harus diurai solusinya, dirikan industri pengolahan. Perbaiki rantai distribusi dan lakukan eksport. Kita bisa. Semboyan kita kerja, kerja, kerja. Bukan debat, debat, debat”. Pungkas Riswan penggerak warung pro rakyat ( FERI )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!