Kehadiran Dua Unit Excavator Di Lokasi,Puluhan Warga Masyarakat Pengarab Kalangkabut

0

Kilasberita.id –
Tajur Citeureup kabupaten Bogor.
Warga masyarakat penggarab kalangkabut,, kedatangan dua unit excavator milik Tajur bakti utama untuk melaksanakan perataan lokasi tanah yang akan di bangun perumahan.

Sabtu 26,juni 2021 pukul,12:21 wib,
Warga masyarakat penggarab terkumpul di saung colossal Sonata yang terletak di rt 04 rw 04 Desa Takut Kecamatan Citeureup sebelah kanan jalan alternatif Citeureup sukamakmur, lebih kurang jarak tempuh seratus meter dari kantor pemerintahan desa tajur.

Mengadakan musyawarah sesama warga masyarakat penggarab yang menghadirkan salah satu advokasi lembaga bantuan hukum (LBH), guna untuk memberikan kuasa mengurus hak” warga penggarab di lokasi lahan tanah tajur bakti utama.

Keterangan salah satu warga masyarakat penggarab inicial ki mendirikan bangunan rumah sekitar seratus meter persegi permanen di lokasi tanah TBU , pinggir jalan alternatif Citeureup sukamakmur sebelah kiri arah sukamakmur.

Baca Juga :  Rapat Khusus Kepala Tiyuh Panaragan Bahas Pembagian BLT DD

ki mengeluhkan adanya pemberitahuan dari kepala desa Tajur ,ADE SAFRUDIN , untuk kerohiman penggarab di lokasi tanah bakti utama, yang akan di bayar , satu bangun rumah satu juta,tanah seribu rupiah permeter terangnya nampak panik.

Kepala desa Ade Safrudin, menjelaskan ke Buser online news com, 28,06,2021, pukul 14:07 wib.tepat di ruangan BUMDES,satu atap posko tajur bakti utama, Ade Safrudin mengatakan adanya opini Dari warga pada waktu sepuluh hari sebelum lebaran di bulan puasa, bahwa kades mem beak,up warga masyarakat penggarab di lokasi tanah tajur bakti utama dan dapat uang dari pengarab pengarab,

kemudian kades tidak terima ,dan langsung turun bersama perangkat pemerintahan desa ke warga pengarab yang membagun lokasi tanah tajur bakti utama , untuk mempertanyakan ijin membangun nya dari mana, karna selama kades menjabat selaku kepala desa tidak ada laporan.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Korupsi, Inspektorat Tegaskan Mantan Kades Segera Kembalikan Dana Desa

Kepala desa sangat hawatir di lokasi tersebut ada hal-hal yang tidak di inginkan , bahwa tanah tersebut kepala desa tidak tau siapa pemilik nya, maka kepala desa tidak melarang dan tidak menghalang warga masyarakat penggarab untuk membangun.

Namun pihak warga masyarakat penggarab tidak merasa takut untuk melakukan pembangunan, bahkan kepala desa tajur sampai menjelaskan ke warga pengarab jika ini lokasi mau di bangun sama yang punya, apa ngak takut tergusur, jawab dari pengarab ke kepala desa, angap aja saya beli bakso tumpah , dan kalah judi , jawab penggarab ke kades.

Kades menerangkan ada nya lahan yang belum di pakai oleh pemiliknya, boleh kita prioritaskan untuk cocok tanam, bukan untuk pasang pondasi terang kades.

Red

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!