Thoriq Arba’a : Lika – Liku Mencari Kerja di Masa Pandemi Covid-19

0

Kilasberita.id | Opini Mahasiswa, Setahun lebih pandemi Covid-19 hidup di Indonesia hingga memakan ribuan korban. Data terakhir yang dikutip dari laman Kementrian Kesehatan (Kemenkes) pada rabu (23/06/2021) terdapat penambahan kasus yang cukup tinggi yaitu 15.308 kasus positif, 7.167 pasien sembuh, dan 303 orang dinyatakan meninggal. Akibatnya banyak sektor yang terdampak, salah satunya sektor industri yang mempersempit lapangan pekerjaan.

Hal ini membuat bingung bagi lulusan baru atau Fresh Graduatin yang lulus ditahun-tahun saat pandemi. Kebingungan tersebut dirasakan baik lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMA) maupun lulusan perguruan tinggi dalam mencari pekerjaan. Di Indonesia kesulitan mencari kerja rasanya sudah tak aneh lagi, setiap tahunnya pengangguran terus meningkat, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa “Angka pengangguran hari ini lumayan kenaikannya, sekitar 3,7 juta orang perhitungan Bappenas, ini sebuah angka yang reltif besar,” jelas Suharso ketika memberikan paparan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga :  Kabar Baik, Pemprov Sumsel Cairkan Intensif Nakes Covid-19

Ketambah dimasa pandemi seperti ini, lapangan pekerjaan semakin menipis, bahkan yang sebelumnya bekerja pun banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan alasan untuk mengurangi pegawai demi mematuhi protokol kesehatan (protkes) yang telah ditetapkan pemerintah mengenai larangan berkerumun. Faktor lainnya yaitu banyaknya perusahaan yang gulung tikar (bangkrut) karena tidak dapat bertahan dimasa pandemi ini. Salah satunya Gian. (kompas.com)

Terlebih banyak perusahaan yang menginginkan calon karyawannya sudah memiliki pengalaman bekerja sebelumnya, hal ini membuat telangsa bagi mereka lulusan baru yang belum memiliki pengalaman dalam bekerja. Sehingga menyebabkan timbul rasa minder atau tidak percaya diri pada diri mereka ketika hendak melamar kerja. Akibatkan para lulusan baru menjadi terhambat dalam mencari pekerjaan, sehingga pada akhirnya menambah angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat.
Syarat melamar pekerjaan pun sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini para pelamar diwajibkan membawa surat sehat, serta surat negatif COVID-19 dengan cara tes Swab ataupun polymerase chain reaction (PCR).

Baca Juga :  Dukung Program Ketahanan Pangan, Babinsa Kodim Alor Dampingi Petani Tanam Padi

Seperti yang dilakukan salah satu perusahaan yang ada di pangkalan kerinci, kabupaten pelalawan yang mengharuskan pelamarnya untuk melakukan tes Covid, hal ini sesuai dengan pengakuan Dedi Mulyadi yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menemukan pasien positif Covid-19 setelah melakukan tes, Mulyadi menyebut, pasien merupakan calon pekerja dari perusahaan tersebut. Hal tersebut dikutip langsung dari kompas.com

Untuk melakukan tes swab dan PCR memerlukan biaya yang cukup besar, namun disisi lain mereka sedang membutuhkan uang untuk keberlangsungan hidup. Ibaratnya “kerja mah belum tapi keluar uang terus”. Akibatnya mereka banting setir dengan mencoba merauk penghasilan dari bidang lain, seperti jualan makanan, pakaian, hingga jualan perabotan rumah tangga. Semuanya dilakukan demi dapat menyambung hidup dimasa-masa sulit seperti ini. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga kehidupan dapat kembali normal, dan lapangan pekerjaan terbuka luas.

Ditulis Oleh : M. Thoriq Arba’a
Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!