Kekerasan Security PT Naga Sakti di Tengah Covid 19

0

KILASBERITA.ID.  RIAU  –  Ditengah ancaman krisis ekonomi akibat covid 19 yang semakin meluas, membuat kaum perempuan harus turun membantu perekonomian keluarga dan Demi bertahan hidup hal inilah yang membuat NB (37), R (52) dan B (41) menjadi buruh pengutip Brondolan sawit milik masyarakat di sekitar PT Naga Sakti. 

Niat untuk bekerja menambah penghasian keluarga malah mendapat tindakan kekerasan oleh pihak keamanan dari PT Naga Sakti yang berusaha di daerah Tapung Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang merupakan anak perusahaan PT Sinar Mas dengan tuduhan telah mengambil brondolan sawit milik perusahaan, para petugas security menganiayaan NB tanpa belas kasih memukul, menedang dan seakan-akan tuli untuk mendengarkan penjelasan dari NB.

Padahal brondolan sawit yang dia bawa bukan milik perusahaan namun pihak security memukul dan menendang NB (37), R (52) dan B (41) yang menyebabkan memar dan luka-luka agar mengaku jika brondolan sawit tersebut adalah milik perusahaan yang mereka jaga.

Baca Juga :  Koramil 0621-16 Leuwiliang Lakukan Tracer di Wilayah Binaan untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Menurut Undang-Undang Dasar 1945 jelas menerangkan bawah Indonesia adalah Negara Hukum, Sehingga kekerasan yang dilakukan oleh Security PT Naga Sakti merupakan suatu tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia karena setiap warga negara berhak mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan jelas-jelas perlakuan Security PT Naga Sakti merupakan sebuah tindakan pidana.

Sementara Abdurrahman Purba SH dari Kantor Hukum Pelita Konstitusi Riau selaku Penasehat Hukum Korban mengatakan bahwa selaku warga negara yang baik korban telah membuat Laporan Polisi Ke Polsek Tapung Hilir sesuai dengan STTLP Nomor : STTLP/52/VII/2021/RIAU/RESKPR/SEKTAPHIL Tertanggal 1 Juli 2021 agar jelas duduk perkaranya. 

Bahkan Rahman mengatakan tidak hanya Penganiayaan saja di laporkan ke pihak Kepolisian termasuk Tuduhan Pencurian terhadap kliennya karena itu merupakan Fitnah dan sebuah kriminalisasi terhadap NB (37), R (52) dan B (41). 

Kami juga meminta pihak Polsek Tapung Hilir agar segera menangkap para pelaku yang di duga lebih dari 8 orang tersebut. jangan karena PT Naga Sakti memiliki uang yang banyak sehingga proses ini jalan di tempat bahkan di petieskan. karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian sangat jelas bahwa tugas pokok Polri adalah Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.    

Baca Juga :  Memutus Mata Rantai COVID-19 Anggota Satgas YONIF 144/JY Bagi Masker Kepada Masyarakat Naga Bayan

Disini perlu kami jelaskan bahwa ada indikasi jika pihak kepolisian akan mempetieskan perkara ini karena saat membuat Laporan pihak Polsek Tapung Hilir menolak, ada sekitar 1 jam berdebat dengan Kanitreskrim baru LP kita di terima. 

Menurut pengalaman yang dialami Rahman ketika pendampingan jika masyarakat melaporkan pihak Perusahaan maka dengan berbagai cara pihak kepolisian membela perusahaan sehingga atas Perkara ini jangan sampai hal itu terjadi karena kami dari Penasehat Hukum akan mengawal kasus ini hingga tuntas Ungkap Rahman Purba SH. 

Sumber : Frengky

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!