DIDUGA OKNUM KAPOLSEK DIACEH TIMUR GUNAKAN GALIAN C ILEGAL UNTUK PENIMBUNAN KANTOR

0

ACEHTIMUR, KILASBERITA.ID – Perbaikan Fasilitas umum seharusnya menjadi contoh baik bagi pejabat Publik di bernagai instansi lembaga maupun pemerintah, apalagi perbaikan tersebut dilakukan sesuai dengan dana yang telah di sediakan instansi tersebut.

Namun hal itu sangatlah berbeda yang dilakukan oleh salah satu Oknum Kepala Kepolisian Sektor yang berada di Jajaran Polres Aceh Timur.

Berdasarkan Informasi masyarakat menerangkan, Pada Tanggal 14 Juli 2021, diketahui ada pekerjaan Galian C yang diduga kuat tidak memiliki Izin dari dinas terkait yang diduga kuat pekerjaan tersebut milik Oknum Kapolsek tersebut.

“Setelah sehari kerja pada tanggal 14 kemarin untuk timbun halaman Polsek dengan tanah timbun hasil Galian C diduga Ilegal, namun pada kamis 15 /07/21, kemarin sekitar pukul 16:00 wib pekerjaan dihentikan oleh tim tipiter Satreskrim Polres Aceh Timur, entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba pekerjaan di lanjutkan kembali pada sabtu.17/07/21. Sekitar Pukul 14:00 wib pekerjaan tersebut dihentikan.”jelasnya kepada wartawan

Baca Juga :  Kadivpas Aceh Heri Azhari : Semua Narapidana Perempuan Harus Dipindahkan ke Lapas Perempuan Sigli

Ia menambahkan, selain untuk timbun fasilitas umum milik Polsek tersebut ,tanah timbun tersebut juga diduga kuat dijual, hal itu di lakukan untuk membiayai alat berat (BEKO) dan Ongkos gendong Tanah tersebut,

“rupanya selain untuk timbun polsek tanah hasil galian ilegal Milik Oknum polsek tersebut, juga dijual di beberapa tempat,”ujarnya

Terkait hal itu ia berharap agar Polda Aceh dapat mengambil langkah hukum terkait penimbunan kantor lembaga hukum milik negara dengan hasil yang diduga bersumber dari hasil ilegal,

Baca Juga :  Polres Sumbawa Barat Lakukan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Geram di Akses Vital PT AMNT

Hal itu sangat jelas melanggar Pasal 158 UU RI nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 miliar rupiah

Kapolsek Idi Tunong Ipda Wahyudi, saat di konfermasi via WhatsApp cuma mengatakan “maksud mas apa ya …?”tidak ada kata -kata lain sampai berita ini di tayangkan. (*/Suriadi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!