Kapolsek Klari Pimpin Langsung Pengecekan Puskesmas Yang Viral di Medsos

0

KILASBERITA.ID.  Karawang – Pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2021 Polsek Klari melakukan pengecekan ke Puskesmas Klari terkait adanya video Viral penanganan pasien kritis di Puskesmas Klari dipimpin langsung Kapolsek Klari Kompol Ricky Adipratama, SH, SIK, MM, dengan didampingi Kanit Intelkam Iptu Alben Samosir.

Pada hari Jum’at, 30 Juli 2021 sekitar pukul 08.30 wib di Puskesmas Klari alamat jalan raya Kosambi No 20 Kecamatan Klari telah datang pasien sesak napas dengan menggunakan kendaraan mobil Pick up No Pol T 8250 DT dengan posisi pasien tidur terlentang di bak mobil atau pickup.

Adapun tujuan kedatangan ke Puskesmas Klari meminta rujukan ke RS Paru Jatisari, pada saat menunggu rujukan pihak keluarga meminta dipasangkan oksigen ke petugas puskesmas kepada pasien yang bernama ATEM (51) yang beralamat di dusun Rawawungu RT. 006/002 Desa Kiarapayung Kecamatan Klari Kabupaten Karawang,

Karena pasien mengalami sesak napas namun sesaat kemudian pasien meninggal dunia.

Petugas yang berada di Puskesmas pada saat itu ada empat petugas Puskesmas diantaranya adalah Dr. ENI, Perawat NENI HARTINI, Kasubag TU Pak SALON dan Petugas IGD Ibu AZISTA

Dari hasil pengamatan video yang membuat Vidio adalah dari adik korban bernama Endah Sopian kemudian di unggah / di upload ke sosial media, setelah menyadari terkait vidio tersebut dihapus kembali pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2021 pukul 17.00 Wib

Baca Juga :  DPC MOI Kota Kupang Menjadi Organisasi Impian Bagi Para Mahasiswa

Dan dari hasil wawancara terhadap petugas IGD Puskesmas Klari yang ada pada saat kejadian Sdri. Azista (Perawat Kesmas Klari) Pasien datang sekitat pukul 08.40 Wib, dengan menggunakan mobil pick up diantar oleh keluarganya dan meminta rujukan ke RS Paru Jatisari Karawang.

Kemudian petugas jaga IGD Sdri. Azizta melakukan pengecekan tensi darah pasien dengan mengunakan alat  tensi dengan tekanan darah 108/36 pada saat pasien masih berada di bak mobil pick up karena tidak memungkinkan untuk dibawa ke ruang IGD Puskesmas. Pada saat di cek, saturasi oksigen pasien tidak terdetect dan disarankan untuk dibawa ke IGD RS terdekat tanpa harus pakai rujukan.

Dan rujukan bisa menyusul, tetapi keluarga pasien tetap ingin dibawa ke RS Paru dengan rujukan dan menunggu sampai surat rujukan keluar. Kemudian oleh petugas dilakukan swab antigen terlebih dahulu terhadap pasien dan hasilnya negatif

Pada sekitar pukul 09.00 wib pada saat menunggu surat hasil swab dan dibuatkannya surat rujukan, pasien sudah meninggal dunia ditempat.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polsek Tanjung Duren bersama Tiga Pilar Tutup Taman Waduk Grogol

Pada saat menunggu surat rujukan keluarga pasien tidak minta oksigen, tetapi pada saat pasien sudah meninggal, keluarga pasien melakukan perekaman video dan mengatakan kalau puskesmas tidak memberikan oksigen, akan tetapi dari hasil keterangan dari keluarga almarhum Sdr.Endah dan endih (keponakan korban)

Pada saat pasien datang ke puskesmas berkeinginan dari keluarga pasien dibawa ke dalam ruangan karena melihat pasien dalam keadaan kepanasan di atas kendaraan.

Riwayat sakit yang diderita pasien sudah mengalami sakit pusing dari hari Minggu tanggal 25 Juli 2021, hari Senin mengalami mual pada saat makan muntah, hari Rabu bisa makan sedikit-sedikit dan kamis mengalami bengkak paha sebelah kanan dan hari jumat pagi merasa sesak nafas dan di bawa ke Puskesmas.

Kemudian pasien mengalami sesak nafas dan dibawa ke Puskesmas Klari oleh keluarga dengan menggunakan mobil mini pick up yang diikuti oleh keluarga yang lainnya sebanyak 6 orang.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia langsung dibawa pulang dan di lakukan pemakaman secara biasa di TPU Rawa Wunggu.

Dan pihak keluarga tidak mengetahui kalau korban sudah dilakukan pengambilan swab antigen.

Sumber : Suhanta/Tim

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!