Center of Human dan Development (CHED) : Dukung Pemerintah Naikkan Harga Cukai Hasil Tembakau pada tahun 2022

0

JAKARTA | KILASBERITA.ID – Harga rokok murah di Indonesia menjadi fenomena klasik bagi semua kalangan. Padahal kita ketahui bahwa rokok murah maka keterjangkauan anak – anak dan masyarakat rentan (miskin/tidak mampu) sangat mudah dan tentu memberikan dampak negatif untuk kesehatan, sosial, dan ekonomi mereka.

Peneliti Center of Human dan Development (CHED) Adi Musharianto, dalam Webinar yang bertajuk “Dukung Kenaikan Harga Cukai dan Rokok” diakukan secara Online pada Rabu (6/10/2021), mengungkapkan bahwa HTP (Harga Transaksi Pasar) masih sangat terjangkau bagi anak-anak dan remaja, maka tarif CHT masih perlu ditingkatkan lagi pada tahun 2022.

Berdasarkan hasil survei CHED terhadap 104 merek rokok di 3 wilayah pada Desember 2020, sebanyak 55 persen masih menjual rokok di bawah 85 persen dari harga HTP. Padahal menurut ketentuan yang tertuang dalam PMK 146/2017, Harga Jual Eceran harus 85 persen dari HTP. Tak hanya itu, CHED juga menemukan beberapa reklame rokok bilyar di pinggir jalan memiliki harga iklan yang jauh di bawah HTP sebesar 85 persen. Hal ini berkontribusi menarik perhatian calon perokok dan perokok untuk membeli rokok.

Baca Juga :  Wakili Pemerintah, Menkominfo Pimpin Upacara Apel Persada Pertiwi Pemakaman Menteri Penerangan Harmoko

“Produsen rokok tidak boleh menaikkan harga di bawah HTP 85 persen dalam rangka iklan billoboard,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan data World Health Organization (WHO), harga rokok di Indonesia termasuk yang paling terjangkau di dunia. Hal ini disebabkan rendahnya tarif cukai hasil tembakau dan adanya penjualan eceran. Oleh karena itu, CHED meminta agar Kantor Pabean melakukan penyesuaian produk pengusaha tembakau terhadap pelanggaran HTP 85 persen agak sulit dicapai, jika harus memenuhi brand score lebih dari 50 persen atau laporan paling sedikit 41 kantor pabean di daerah.

Baca Juga :  Proyek Flyover Simpang Sekip Dimulai, Tujuh Persil Tanah Warga Mulai Dibebaskan

Kementerian Keuangan berencana menaikkan tarif cukai hasil tembakau guna menekan jumlah produksi rokok. Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan cukai meningkat dari Rp 180 triliun menjadi Rp 203,92 triliun pada 2022 atau meningkat 13,28 persen. Untuk itu kami mendorong dan mendukung pemerintah untuk kenaikan cukai hasil tembakau tahun 2021 dan mendorong dampaknya secara langsung terhadap kenaikan harga rokok di pasaran sebagai wujud komitmen pemerintah dalam perlindungan terhadap rakyatnya.

Red. Fhari/Kilasberita.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Don`t copy text!