Herlina : Tumbang Karena Tinja, Hasil Penelitian Yang Hilang, Untuk Guruku Di Alam Surga

0 107

Sukabumi|Kilasberita.id- sering kita dengar istilah seperti itu tapi tahu ga sih mana sebenarnya dari istilah tersebut? Istilah tersebut bukan berarti tinja yang di keluarkan manusia berbahaya dan mengakibatkan kematian. Hal ini disampaikan Herlina salah satu siswi asal Sukabumi kepada awak media kilasberita.id pada ( 13/05/20 ).

Penetelitian ini dilakuan ketika Herlin kelas 3 SMP, saat Herlin akan mengikuti lomba esay disekolahaanya, tapi kegiatan lomba itu herlin membatalkannya, karena Guru Herlin Alm Bpk Tohan sebagai guru pembimbning dalam penelitian meninggal dunia.

Hingga saat ini hasil dekomentasi, Poto Poto, dan data data hasil penelitian ada di Almarhum, penelitian yang bertujuan untuk dikembangkan terhambat karena data-data hilang. Sampai akhirnya Herlin membuat artikel hasil penelitianya ditungkan lewat media kilasberita.id. Kata Herlin

Lebih lanjut ” jika tinja tidak di organisir dengan baik maka akan menjadi dari bagian mata rantai penularan penyakit sebab siklus penyakit di mulai dari tinja yang mengandung mikroorganisme patogen. Penyakit yang akan menyerang adalah diare “. Ungkpanya

“Maka dari itu rakyat indonesi harus menerapkan sistem pembuangan yang baik dan beraturan sesuai Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium” ialah dengan menghindari kontaminasi langsung atara tinja dan tanah juga permukaan air”.

” kami (saya dan guru saya) melakukan penelitian dengan mengkaji kebiasan warga dan kebutuhan mereka yang selalu memanfaatkan lingkungan sekitar”. Imbuhnya

“Kami terfokus pada satu jenis hewan yang begitu bekembang pesat di Indonesia yaitu ikan air tawar. Jenis ikan tersebut mudah tumbuh di jenis perairan tawar manapun bahkan di perairan umum yan bahkan tidak pernah ada yamng memberi makan apa pun”

“Kami menelusuri mengapa mereka dapat tetap bertahan hidup sedangkan tak ada makanan yang warga berikan, ternyata mereka memanfaatkan lumut liar dan kotoran. Dan setelah di bandingkan ternyata ikan yang menkonsumsi kotoran itu tumbuh jauh lebih besar di banding ikan yang menkonsumsi pelet”. Pungkas Herlin dalam penelitianya

Terhubung dengan adanya kajian mengerikan tentang bahaya tinja yang tidak di proses secara benar maka kami melakukan uji coba di wilayah pesantren kami dengan menyediakan kolam khusus ikan yang memakan kotoran manusia tanpa di dampingi dengan pelet. Yang di bandingkan dengan ikan yang di simpan di kolam terjaga dan di beri konsumsi pelet.


Setelah beberapa minggu saat ikan telah siap di panen kami secara bersamaan mengambil dua ikan dari tempat yang berbeda. Dan hasil dari percobaan tersebut membuktikan bahwa ikan yang di taruh di kolam khusus dengan mengkonsumsi kotoran itu lebih sehat besar dan kaya akan vitamin.

Dengan adanya hal ini kita dapat memanfaatka ikan sebagai alat penyerap mikroorganisme patogen di dalam tinja, dan menhindari dari kontak pencemaran tanah dan dasar air. Dengan catatan tidak mencoba membuat kolam ikan tinja tersebut menyatu dengan sumber mata air yang di gunakan dalam ke hidupan sehari-hari karna akan mencemari mata air, kolam ikan tersebut hanya di buat khusus untuk pembuangan. Karena itu kita dapat lebih menghemat dan dan menjaga lingkungan. Tutupnya {}.

Oleh : Siti Herliani Aaeda
Di persembahkan khusus untuk guru saya : Alm. Pak Tohan.
Editor : Red Kilasberita.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.