Ketum HAPSI Shannelom Yuma : Meresmikan Pameran Seni Rupa Creative Freedom To Heal The Nation , Artist response to the pandemic Covid 19

0 42



Jakarta|Kilasberita.id- Pameran merupakan upaya memantik semangat kehidupan seni rupa Nasional khususnya di Ibukota agar terus terjaga dan optimis walau diterpa pandemi Covid-19 yang melanda seluruh pelosok dunia. Perhelatan pameran ini pun ikut pula mendukung program pemerintah dengan upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat Indonesia dimasa pandemi ini melalui bahasa ekspresi gambar, simbol dan visual. Senanda yang dikatakan kurator pameran Fajar Sidiq

Ketua Umum HAPSI Mengatakan. Karena seni menjadi jembatan untuk kita semua menyikapi keberlangsungan budaya yang sejak lama diwariskan oleh leluhur kita. Karya-karya yang ditampilkan bercerita tentang refleksi atas kehidupan sehari-hari para seniman. Semangat yang coba terus dikobarkan lewat ekspresi jujur perasaan para seniman selama masa pandemi Covid-19.

“Terangkum jelas dalam tampilan bahasa visual dari karya-karya rupa di pameran ini. Terang Ketua Umum HAPSI Shannelom Yuma” Sabtu ( 17/10 )

Pameran yang dibuka pada Kamis, 15 Oktober 2020 silam diresmikan Shannelom Yuma, Ketua Umum HAPSI (Himpunan Artis Pengusaha Seluruh Indonesia) dan orasi kebudayaan yang akan dibacakan oleh Romo Mudji Sutrisno dengan protokol kesehatan ketat standar Perpustakaan Nasional RI.

Terdapat 55 seniman dari berbagai kota (Jakarta, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bandung) dengan jumlah karya yang dipamerkan terdiri dari 6 karya patung dan 100 karya lukis. Seniman yang tergabung dalam pameran ini dari berbagai profesi yang mencangkup budayawan, rohaniawan, jenderal kepolisian, dosen, seniman murni dan pelukis hobi.

” Bertempat di Perpustakaan Nasional RI pameran ini berlangsung selama 7 hari (15 – 21 Oktober 2020) dengan waktu berkunjung pukul 10.00 – 16.00 WIB”. Jelasnya

Ketua HAPSI Menambahkan. Dengan adanya pembatasan kegiatan selama pandemi, diharapkan dihelatnya pameran Seni Rupa Creative Freedom To Heal The Nation (Artist response to the pandemic) dapat menjadi wadah semangat para seniman untuk bisa terus menyalurkan aspirasinya melalui aktivitas berkesenian dimasa Pandemi Covid-19.

Seperti yang diucapkan Brigjend Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M. SI dalam katalog pameran bahwa Fajar Sidiq sebagai Kurator dan seniman bersama para pelukis dari berbagai lintas generasi menggerakan solidaritas sosial melalui pameran bersama. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang kreatif yang kreatifnya merdeka bebas tanpa batas demi semakin manusiawinya manusia. Tambahnya

” Karena seninya merdeka dalam berkreasi yang mampu menginspirasi, memotivasi, menjadi ruang apresiasi, memberi solusi bahkan menghibur. Tutup {} Shannelom Yuma (Ketua Umum HAPSI )

SBH

Leave A Reply

Your email address will not be published.