JABARONLINE. COM, - Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat resmi menandai kehadirannya dengan menggelar diskusi publik bersama sejumlah tokoh pemuda lintas sektor. Kegiatan yang berlangsung di Cafe Titik Seduh, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (14/3) ini menjadi wadah strategis dalam membedah berbagai persoalan krusial di wilayah tersebut.

Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga momentum tasyakuran atas terbentuknya FKBP Bogor Barat. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya dalam mengawal dinamika sosial dan pembangunan di wilayah Bogor bagian barat.

Tokoh pemuda Bogor Barat, Irfan Drajat, yang hadir dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergi kolektif. Ia menilai bahwa tantangan di Bogor Barat memerlukan pemikiran kritis dan aksi nyata dari elemen pemuda agar perubahan yang diinginkan masyarakat dapat segera terwujud.

Senada dengan hal itu, Ketua Peradi Kabupaten Bogor, Oteu Herdiansyah, turut memberikan perspektifnya dari sudut pandang hukum dan organisasi. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa pengawalan isu sosial di Bogor Barat harus berdiri di atas pijakan konstitusi dan keberpihakan pada hak-hak masyarakat lokal.

Sementara itu, pengamat sosial dan pemuda, Gus Day, memberikan catatan kritis mengenai peta permasalahan sosial yang ada. Diskusi mengalir dinamis saat para tokoh membahas berbagai isu, mulai dari pemerataan infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi kreatif bagi generasi muda di pelosok desa.

Sebagai penutup, kegiatan tasyakuran ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan FKBP sebagai forum yang inklusif. Ke depan, forum ini berencana rutin menggelar dialog serupa guna memastikan isu-isu lokal tetap mendapatkan perhatian serius dari para pemangku kebijakan.