KILASBERITA.ID, Jakarta, – Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kegiatan Bazar Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro setelah Lebaran.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam kegiatan yang dipadukan dengan hiburan musik dan permainan anak-anak. Suasana meriah tersebut menjadikan bazar sebagai ruang rekreasi keluarga sekaligus pusat aktivitas ekonomi rakyat.

“Karena antusiasme yang luar biasa, suasana jadi penuh kegembiraan. Kita gabungkan dengan mainan anak-anak dan musik, jadi masyarakat yang datang juga terhibur,” ujar Maman usai meninjau langsung kegiatan Bazar Rakyat di Monas, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan arahan langsung dari Presiden agar momentum pasca Lebaran dimanfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Dalam bazar tersebut, sekitar seribu pelaku usaha mikro dilibatkan, mulai dari pedagang makanan hingga minuman. Aktivitas jual beli yang terjadi dinilai mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian.
Selain itu, tersedia sekitar 100.000 paket barang seperti pakaian, sepatu, dan tas dengan nilai sekitar Rp200.000 per paket. Produk-produk tersebut berasal dari berbagai pusat perdagangan dan pelaku usaha di daerah.
Maman menyebut, dampak ekonomi dari kegiatan ini turut dirasakan oleh pelaku usaha di sejumlah sentra perdagangan seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, hingga perajin di Bandung.
“Perputaran ekonomi terjadi karena mereka bisa menghabiskan stok lama, lalu memutar kembali usaha dengan membeli bahan atau produk baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM, pedagang pasar, hingga perajin di berbagai daerah.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, Bazar Rakyat Monas dinilai menjadi contoh nyata kolaborasi antara hiburan publik dan penguatan ekonomi kerakyatan di momentum pasca Lebaran.(Achmad Sholeh/KB).
