JABARONLINE. COM, – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan kebersamaan lintas agama di kawasan Taman Sehati, kompleks Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayah tersebut.

Ketua FKUB Kabupaten Bekasi, KH Mubarok Nuri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program FKUB yang telah berjalan sekitar lima tahun terakhir. Melalui kegiatan bersama seperti ini, pihaknya ingin membangun komunikasi yang baik antarumat beragama.

“Yang kami bangun adalah bagaimana kita melakukan kegiatan bersama agar di antara kita terjalin komunikasi. Dari komunikasi itu kita bisa saling mengenal, kemudian terbangun rasa persaudaraan sehingga kerukunan di Kabupaten Bekasi bisa terus terjaga dan semakin kuat,” ujar Mubarok.

Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut juga dibagikan paket bantuan kepada peserta. Namun menurutnya, yang terpenting bukan hanya nilai materi yang diberikan, melainkan kebersamaan yang terjalin di antara masyarakat lintas agama.

“Jangan hanya melihat dari materi yang dibagikan, karena materi bisa dinilai dengan harga. Tetapi kebersamaan ini yang luar biasa, karena ada yang meninggalkan pekerjaannya untuk bisa hadir dan berkumpul bersama,” katanya.

Mubarok menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan perwakilan berbagai agama yang ada di Kabupaten Bekasi, mulai dari Islam, Katolik, Hindu, Buddha hingga Konghucu. Total paket bantuan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut berjumlah sepuluh paket.

Sementara itu, Ketua Forum Gereja di Kabupaten Bekasi, Pendeta Apdon Amviran, menilai dialog lintas agama perlu terus dilakukan secara intens untuk membangun relasi yang baik antarumat beragama.

“Dialog-dialog seperti ini memang harus terus dilakukan untuk membangun relasi di antara kita. Melalui kegiatan ini diharapkan komunikasi antarumat beragama di Kabupaten Bekasi semakin kuat,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di kalangan tokoh agama, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput agar semangat toleransi semakin meluas.