KILASBERITA.ID, Jakarta,– Pemerintah Indonesia dan Inggris resmi meluncurkan Economic Growth Partnership (EGP) sebagai langkah strategis memperkuat hubungan bilateral serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan kedua negara secara berkelanjutan.
Peluncuran kerja sama tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, saat menghadiri acara The Launch of the UK-Indonesia EGP di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
“EGP merupakan instrumen kerja sama yang praktis dan berorientasi masa depan. Kemitraan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata, terukur, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam mengembangkan perdagangan dan investasi kedua negara,” ujar Roro.
Fokus pada Sektor Prioritas Strategis
EGP mencakup berbagai sektor prioritas seperti perdagangan barang dan jasa, ekonomi digital, investasi, penguatan rantai pasok, transisi hijau dan pembangunan berkelanjutan, infrastruktur dan transformasi energi, hingga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Roro, sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika global.
EGP juga dirancang sebagai platform kolaborasi komprehensif yang tidak hanya memperkuat hubungan government to government, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.
Dorong Kepastian Regulasi dan Iklim Usaha Kondusif
Dalam sambutannya, Roro menekankan pentingnya akses pasar yang lebih terbuka, kepastian regulasi, serta prediktabilitas kebijakan guna mendukung keberhasilan implementasi EGP.
