KEDIRI- Peternak muda asal Kediri, Andrian, pemilik Diamondo Farm, telah berhasil mengembangkan usahanya hingga mengelola lebih dari 100 ekor domba di bawah sistem pemeliharaan yang terstruktur. Setelah lebih dari tiga tahun menjalankan peternakan, Andrian kini merangkum seluruh pengalaman berharganya dalam sebuah panduan komprehensif yang ditujukan untuk membantu peternak lain membangun usaha domba yang menguntungkan.

Perjalanan Andrian, yang akrab disapa Ian, di dunia peternakan dimulai sejak ia menginjak usia awal 20-an. Ia memulai secara sederhana, hanya memelihara beberapa ekor domba yang diperoleh dari peternakan tempat ia bekerja sebelumnya. Dari titik awal tersebut, Andrian membangun relasi, memperdalam ilmu, dan belajar langsung melalui pengalaman pribadi serta bimbingan dari para peternak senior di sekitarnya. Seiring waktu, ia terus memperdalam pengetahuan dan strategi beternak hingga mampu mencapai skala saat ini.

Dalam panduan yang disusunnya, Andrian menekankan bahwa kunci keberhasilan beternak domba bukan hanya soal seberapa banyak ternak yang dimiliki, melainkan juga soal ilmu, ketekunan, dan strategi yang diterapkan. Panduan ini disusun berdasarkan pengalaman nyata di lapangan, bukan sekadar teori, mencakup langkah demi langkah membangun usaha peternakan yang menguntungkan.

Andrian berharap, melalui panduan tersebut, para peternak, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, dapat menghindari kesalahan yang pernah ia alami di masa lalu. Ia juga memungkinkan pembaca untuk langsung menerapkan cara-cara yang sudah terbukti berhasil dan efektif di Diamondo Farm.

Diamondo Farm sendiri berlokasi di Jln. Prasasti, Dusun Tangkilan RT 04 RW 01, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. FR