KILASBERITA.ID, Subang – Pasca libur Lebaran, volume sampah di Kabupaten Subang mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai sekitar 300 ton per hari. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat serta membludaknya kunjungan wisatawan selama momen libur panjang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang mencatat, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) meningkat sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan hari normal. Kawasan wisata di wilayah selatan dan pesisir utara menjadi penyumbang terbesar lonjakan tersebut.

Selain itu, pusat kota dan pasar tradisional juga mengalami peningkatan penumpukan sampah, terutama dari limbah rumah tangga dan sampah plastik sisa konsumsi wisatawan.

Untuk mengantisipasi kondisi ini, DLH Subang telah menugaskan petugas kebersihan sejak bulan Ramadan hingga pasca Lebaran. Lebih dari 20 armada pengangkut sampah disiagakan guna memastikan sistem pengelolaan tetap berjalan optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, Andri Mulya Priatna, mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur wisata, yang sempat menghambat proses pengangkutan sampah ke TPA.

“Selama libur Lebaran, petugas di lapangan menghadapi kendala berupa kepadatan arus lalu lintas di jalur wisata, yang menghambat distribusi sampah menuju TPA,” ujarnya pada wartawan, Kamis,(2/4/2026).

Meski menghadapi berbagai hambatan, DLH memastikan penanganan sampah tetap terkendali dan tidak terjadi penumpukan berkepanjangan di ruang publik.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk lebih bijak dalam mengelola sampah, termasuk membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (AL/KB).