JABARONLINE.COM – Anggota DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menegaskan pentingnya penerapan efisiensi dan penghematan energi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan daya saing usaha sekaligus menekan biaya operasional. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Efisiensi dan Penghematan Energi untuk UMKM yang diselenggarakan bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan menghadirkan narasumber Asep Wahyuwijaya (Anggota Komisi VI DPR RI), Ismarayu (Penggiat UMKM), serta Novie Wowiling (Branch Manager BSI Cabang Dramaga Perwira) di Aula Kampung Febri, Kec. Cibungbulang, Kab. Bogor, Jumat, (13/2/2026).
Dalam paparannya, Legislator Partai NasDem dari Dapil Jabar V (Kabupaten Bogor) menjelaskan bahwa efisiensi energi adalah langkah konkret untuk meningkatkan margin keuntungan. Jika biaya listrik dan operasional bisa ditekan, maka daya saing produk UMKM juga akan semakin kuat.
Lebih lanjut, pria kelahiran Bogor yang akrab disapa Kang AW itu menekankan bahwa transisi menuju praktik usaha yang lebih hemat energi sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan serta komitmen nasional dalam pengurangan emisi karbon. Karena itu, pelaku usaha memegang peran strategis dalam mendorong perubahan perilaku sekaligus melakukan investasi pada teknologi yang lebih efisien.

Sementara itu, Ismarayu sebagai penggiat UMKM menyampaikan pentingnya penghematan energi melalui langkah sederhana, seperti menggunakan lampu LED, mematikan peralatan saat tidak dipakai, serta merawat mesin secara rutin agar lebih efisien. Ia menegaskan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan keuntungan usaha.
Pada kesempatan yang sama, Novie Wowiling, Branch Manager BSI Cabang Dramaga Perwira, memaparkan berbagai bentuk dukungan konkret bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Dukungan tersebut meliputi pembiayaan KUR, mikro hingga SME, pendampingan melalui UMKM Center, penguatan ekosistem dan klaster usaha, serta akselerasi digitalisasi dan literasi keuangan syariah.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh pelaku UMKM Kabupaten Bogor dari berbagai sektor usaha. Pada sesi diskusi, peserta secara aktif mengemukakan beragam tantangan yang dihadapi, mulai dari tingginya biaya listrik, keterbatasan modal untuk pembaruan peralatan, hingga perlunya pendampingan teknis dalam penerapan standar efisiensi energi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap UMKM tidak hanya menjadi pelaku usaha yang produktif, tetapi juga efisien dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan energi yang bijak serta dukungan pembiayaan yang tepat, saya yakin UMKM akan semakin tangguh dan mampu menjadi pilar utama perekonomian nasional,” pungkas Asep Wahyuwijaya.***
