KILASBERITA.ID, SumedangHarga kedelai impor di Kabupaten Sumedang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan harga tersebut berdampak langsung terhadap penurunan penjualan di tingkat distributor hingga 10–15 persen.

Sejumlah distributor di wilayah Sumedang Kota melaporkan kenaikan harga yang cukup tajam. Salah satunya di PT Alam Sari Kedelai, kedelai impor asal Amerika Serikat kini dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram, naik dari harga normal sekitar Rp9.000 per kilogram.

Komisaris perusahaan, Santi Sukmawati, menyebut kenaikan kali ini tergolong tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya menjelang Lebaran, kenaikan hanya sekitar Rp500 per kilogram. Kali ini bisa naik hingga Rp2.000 per kilogram,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh kondisi global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar. Situasi tersebut berdampak pada pasokan dan harga kedelai di pasar internasional, meski stok di tingkat distributor saat ini masih dalam kondisi aman.

“Baru sekarang harganya naik signifikan, biasanya tidak. Katanya dampak perang, tapi stok kami masih aman,” jelasnya.

Kenaikan harga ini turut memengaruhi volume distribusi. Jika sebelumnya penyaluran kedelai mencapai 10 ton per hari, kini turun menjadi sekitar 7 ton per hari.

Penurunan tersebut dipicu melemahnya daya beli pelaku usaha, khususnya produsen tahu dan tempe yang sangat bergantung pada kedelai sebagai bahan baku utama. 

Kenaikan biaya produksi membuat sebagian produsen memilih mengurangi kapasitas produksi.