KOTA CIREBONPangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, S.E. meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda III di RW 17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (9/3/2026).

Peresmian infrastruktur penghubung tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Pangdam III/Siliwangi. Prosesi ini disaksikan langsung oleh jajaran pejabat daerah dan unsur Forkopimda Kota Cirebon.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Jabar, Dandim 0614/Kota Cirebon, Walikota Cirebon, serta tokoh masyarakat setempat. Warga sekitar pun tampak antusias menyambut kehadiran jembatan yang telah lama dinantikan tersebut.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Kosasih menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan mendasar masyarakat. Fokus utama program ini adalah meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar mobilitas warga antarwilayah.

"Mudah-mudahan jembatan yang diresmikan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan bisa mempercepat jarak tempuh dalam aktivitas ekonomi sehari-hari," ujar Pangdam III/Siliwangi. Ia juga berharap Jembatan Garuda III ini dapat memberikan dampak signifikan pada penguatan ekonomi lokal.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan warga.

Erwan menambahkan, Jembatan Gantung Perintis Garuda III memiliki peran strategis sebagai akses penghubung utama bagi masyarakat di wilayah Kriyan Barat dan sekitarnya. Keberadaan jembatan ini diharapkan tidak hanya memperlancar urusan sosial, tetapi juga menjadi urat nadi baru bagi distribusi barang dan jasa di Kota Cirebon.

Dengan beroperasinya jembatan ini, warga kini memiliki akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman, sekaligus memangkas waktu tempuh yang sebelumnya menjadi kendala dalam mobilitas harian mereka.