I
Jabaronline.com – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan (MP S2) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Peningkatan Kompetensi Guru SD/MI melalui Mind Care dan Inovasi Pembelajaran Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI)” pada 13 Februari 2026 di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru PAUD serta guru SD/MI di wilayah Pamijahan.
Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, sekaligus memperkuat aspek kesehatan mental (mind care) dan kemampuan memanfaatkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran.
Ketua pelaksana kegiatan, Heriyanto, mahasiswa semester 3 Program Studi Magister Manajemen Pendidikan (MP S2), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademisi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat memperoleh wawasan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dalam menjalankan profesi pendidik, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital berbasis AI untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Eri Sarmanah, M.Pd. dan Dr. Andi Chairunnas, M.Pd. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa guru di era transformasi digital tidak hanya dituntut memiliki kemampuan pedagogik, tetapi juga perlu memiliki ketahanan mental, kreativitas, serta literasi teknologi, khususnya dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan S2, Dr. Lina Novita, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya guru memiliki kompetensi yang seimbang antara kesehatan mental (mental health) dan keterampilan digital.
Menurutnya, guru yang memiliki kondisi mental yang sehat akan lebih mampu mengelola kelas, menghadapi tantangan pendidikan, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
“Guru pada era saat ini tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kesiapan mental dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital. Kombinasi keduanya akan mendorong lahirnya pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Lina Novita juga mengajak para peserta untuk bergabung dengan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan (MP S2), baik sebagai mahasiswa maupun sebagai mitra kolaborasi dalam berbagai kegiatan pengembangan pendidikan di masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan dasar.
