JAKARTA – Elisabeth Titirloloby resmi dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Calon Bendahara Umum (Bendum) LIRA SDGS Indonesia. Penunjukan figur yang dikenal aktif di berbagai organisasi ini diharapkan mampu memperkuat visi lembaga sayap otonom DPP LIRA tersebut dalam mengawal gerakan sosial berkelanjutan di tanah air.

Dalam pertemuan di sela agenda Buka Puasa Bersama Menteri Koperasi RI di Jakarta, Selasa (27/2/2026), Elisabeth menyatakan rasa terhormatnya atas kepercayaan tersebut. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengawal organisasi agar dapat berkiprah secara luas di seluruh Indonesia.

Ketua Umum LIRA SDGS Indonesia, Hulfa, menyambut baik bergabungnya Elisabeth dalam jajaran pengurus inti. Ia menilai Elisabeth sebagai sosok kandidat yang memiliki kepedulian sosial yang kuat serta karakter yang dinamis.

"Ibu Elisabeth adalah sosok yang energik dan responsif. Saat diberikan arahan untuk mengemban amanah sebagai Bendahara Umum, beliau langsung menyanggupi tanpa ragu. Kami sangat mengapresiasi dedikasi tersebut," ujar Hulfa.

Dukungan senada datang dari Sekretaris Jenderal LIRA SDGS Indonesia, Varhan Abdul Aziz. Ia mengungkapkan bahwa kapasitas dan kapabilitas Elisabeth tidak perlu diragukan lagi, mengingat rekam jejaknya yang aktif di berbagai organisasi seperti KNPI, serta pengalamannya sebagai mantan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI.

"Kaka Elsa (sapaan akrabnya) memiliki kiprah yang nyata. Dengan latar belakang tersebut, kami yakin beliau mampu bersama-sama membangun LIRA SDGS Indonesia menjadi lembaga yang solid," kata Varhan yang juga dikenal sebagai pengamat politik.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Elisabeth menyampaikan komitmennya untuk terus belajar dan berkolaborasi. Ia optimistis, dengan jaringan luas yang dimiliki Ketua Umum serta konsep strategis dari Sekretaris Jenderal, LIRA SDGS Indonesia mampu menembus kancah internasional.

Sebagai seorang pengusaha, Elisabeth juga membawa visi global agar program-program LIRA SDGS Indonesia dapat bersinergi dengan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia berharap konsepsi yang dibawa lembaga ini dapat diakui di tingkat dunia, termasuk di markas besar PBB.

"Saya mempelajari bahwa 17 poin SDGs mencakup aspek komprehensif yang diperlukan untuk membawa perubahan bagi bangsa. Saya meyakini LIRA SDGS Indonesia dapat berperan strategis sebagai motor penggerak perubahan bagi rakyat di seluruh Nusantara," tutup Elisabeth.