JABARONLINE.COM, Yogyakarta, — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN III (Persero) terus memperluas kontribusi strategisnya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional. Melalui anak usaha PT LPP Agro Nusantara, PTPN III menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam pengembangan dan peningkatan keterampilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor agroindustri.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KP2MI, PTPN III (Persero), dan LPP Agro Nusantara yang digelar di Auditorium PT LPP Agro Nusantara, Yogyakarta, Sabtu lalu, (24/1/2026).
Penandatanganan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Direktur SDM dan Umum Holding PTPN III (Persero) Dr. Endang Suraningsih, serta Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo, beserta jajaran masing-masing.
Wamen KP2MI: Peningkatan Kualitas PMI Sangat Mendesak
Dalam sambutannya, Wamen KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan pentingnya peningkatan kualitas PMI, khususnya dari sisi keterampilan dan kemampuan kerja.
“Dibalik roda ekonomi yang berputar, berbagai isu yang menyertai PMI masih membayangi, salah satu diantaranya nilai tambah pekerja migran dari segi keterampilan dan kemampuan,” ujar Dzulfikar.
Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 296.948 penempatan PMI, dengan negara tujuan terbesar Taiwan. Dari jumlah tersebut, 63,94 persen penempatan PMI terkonsentrasi pada lima jabatan utama, yaitu House Maid, Caregiver, Plantation Worker, Worker, dan Domestic Worker.
Menurutnya, kondisi tersebut memperkuat urgensi pelatihan bagi calon PMI agar memiliki kompetensi yang lebih baik dan daya saing lebih tinggi.
“Ini yang membuat peningkatan keterampilan calon PMI menjadi penting. Dengan urgensi ini, KP2MI secara strategis menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga, salah satunya LPP Agro Nusantara untuk menjadi Migrant Training Centre,” tambahnya.
