JABARONLINE. COM, — Suasana malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah namun diwarnai kepadatan arus lalu lintas.
Simpang Karacak menjadi titik paling krusial lantaran menjadi pertemuan kendaraan dari berbagai arah. Arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau padat merayap, dengan antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepadatan dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang merayakan malam takbiran, ditambah keberadaan pedagang kaki lima di pinggir jalan yang mempersempit badan jalan.
Untuk mengantisipasi kemacetan, jajaran Polsek Leuwiliang bersama Satpol PP Kecamatan Leuwiliang serta sejumlah organisasi masyarakat (ormas) turun langsung ke lapangan. Petugas sigap mengatur arus kendaraan secara bergantian dan memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap tertib.
“Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat yang merayakan malam takbiran,” ujar Umar, salah satu petugas di lapangan.
Selain di Simpang Karacak, kepadatan juga terjadi di kawasan Pasar Leuwiliang. Untuk mengurai arus, aparat gabungan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan menuju jalur Nangka Bongkok arah Setu.
Langkah tersebut dinilai cukup efektif mengurangi penumpukan kendaraan di pusat keramaian pasar. Petugas juga berjaga di sejumlah titik strategis untuk mengarahkan pengendara ke jalur alternatif.
Di sisi lain, aparat turut mengingatkan para pedagang agar tidak menggelar lapak hingga memakan badan jalan, guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan bersama.
Meski diwarnai kemacetan, malam takbiran di Leuwiliang tetap berlangsung kondusif. Masyarakat dapat merayakan dengan khidmat, sementara aparat bersama ormas bersinergi menjaga ketertiban di lapangan.
