JABARONLINE.COM, Jakarta, – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama dalam meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pada tahun 2026, target penyaluran KUR ditetapkan sebesar Rp295 triliun dengan tambahan 1,37 juta debitur baru.
Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025, di mana realisasi penyaluran KUR mencapai Rp270 triliun, dengan Rp163,9 triliun di antaranya disalurkan ke sektor produktif.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menilai meskipun plafon penyaluran KUR terus meningkat setiap tahun, kualitas peningkatan kelas UMKM masih belum optimal.
Menurutnya, permasalahan utama bukan terletak pada akses pembiayaan atau pendampingan usaha, melainkan pada terbatasnya akses pasar akibat maraknya produk impor di pasar domestik.
“Pasar Indonesia ini becek, kotor, dan jorok. Sebagus apa pun mereka dibantu sehingga bisa produksi, kalau tidak bisa menjual barangnya tetap sulit berkembang. Pasar kita dipenuhi barang impor,” ujar Maman dalam Diskusi Media bertema Mengawal Momentum UMKM Naik Kelas di Tengah Rekor Penyaluran KUR di Smesco Startup Hub, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Diskusi media tersebut diselenggarakan oleh Forum Wartawan UMKM dengan dukungan berbagai pihak, antara lain Pertamina, PLN, Bank Central Asia, Sarana Multigriya Finansial, Jamkrindo, serta dukungan dari Aqua dan Shopee.

Pasar Domestik Perlu Dilindungi
Maman menilai banjirnya produk impor menjadi persoalan fundamental yang membuat UMKM kesulitan berkembang. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kebijakan terpadu lintas kementerian untuk melindungi pasar domestik.
Ia menyebutkan perlunya koordinasi antara Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia guna melakukan langkah-langkah sterilisasi pasar agar produk lokal kembali memiliki ruang.
