NABIRE – PT Dragon Gold Papua resmi mengukuhkan eksistensinya sebagai perusahaan strategis yang bergerak di sektor pertambangan logam mulia. Didirikan oleh pasangan Sintong Paulus dan Elisabeth Paulus, perusahaan ini memfokuskan lini bisnisnya pada komoditas emas, perak, nikel, hingga timah dengan komitmen legalitas penuh dari Pemerintah Republik Indonesia.
Perjalanan PT Dragon Gold Papua dimulai sejak 2019 melalui Asosiasi Pertambangan Rakyat dan koperasi. Setelah melalui proses panjang, pada tahun 2025, entitas ini resmi bertransformasi menjadi perusahaan dengan perizinan lengkap. Direktur Utama PT Dragon Gold Papua, Elisabeth Paulus, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari perjuangan selama delapan tahun merintis dari bawah.
"Kami berjuang dengan totalitas untuk memastikan emas yang kami proses memiliki kadar kemurnian tertinggi. Kualitas produk kami telah diakui melalui sertifikasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), serta meraih ISO 9001 dan standar SNI dari Badan Standardisasi Nasional (BSN)," ujar Elisabeth.
Sebagai tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Timur di Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI), Elisabeth menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, aspek legalitas memberikan ketenangan bagi pengusaha dalam memenuhi kewajiban pajak sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi klien. Sejak 2019, ia juga memegang hak sebagai anak adat di Nabire yang memungkinkannya mengelola lahan secara mandiri.
Komisaris PT Dragon Gold Papua, Sintong Paulus, memberikan apresiasi atas keahlian Elisabeth dalam mengolah logam mulia secara mandiri. Hal inilah yang memicu perusahaan untuk membangun fasilitas pemurnian (refinery) pribadi.
"Kami membangun refinery sendiri untuk memasarkan produk dengan kualitas terbaik di tingkat nasional maupun internasional. Produk logam mulia yang kami hasilkan bahkan memiliki potensi ekspor dengan kadar yang melampaui standar lokal," jelas Sintong.
Sintong menambahkan, latar belakang Elisabeth yang berasal dari keluarga pendidik di Masohi, Maluku Tengah, membentuk karakter yang tekun dan disiplin. Sebelum terjun ke dunia tambang, Elisabeth aktif dalam kegiatan ilmiah dan penelitian, hingga akhirnya bertransformasi menjadi aktivis tambang dan menduduki posisi strategis di DPP APRI serta Koperasi Mineral Nasional Indonesia.
Inovasi menjadi kunci utama PT Dragon Gold Papua. Elisabeth mengembangkan metode pengolahan logam mulia secara efektif dengan melakukan perbandingan teknis dari pengalaman para penambang di lapangan. Inovasi ini menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus berkembang di tengah tantangan industri pertambangan.
Menatap masa depan, PT Dragon Gold Papua menargetkan produk mereka dapat bersaing dengan produsen besar seperti Antam, UBS, dan Simba. Fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan konsep pengemasan dan mekanisme fabrikasi agar lebih menarik bagi masyarakat luas.
