JABARONLINE.COM - Menjelang Lebaran H-2, Minggu 22 Maret 2026, ribuan wisatawan memadati kawasan wisata Nirmala di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor bagian barat. Lonjakan pengunjung ini terjadi setelah akses jalan menuju Nirmala yang sejak lama rusak kini mulus berkat pembangunan baru, sehingga menarik perhatian masyarakat luas.
Jalan yang konon sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia kini berubah drastis. Dengan kondisi mulus, jalur tersebut bukan hanya memudahkan akses ke Sukabumi, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Namun, dampak tak terelakkan adalah kemacetan panjang hingga berkilometer, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Fenomena ini ramai dibicarakan di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar di akun Instagram dhaniswara.24, terlihat pengendara motor merekam suasana macet sambil berkomentar dalam bahasa Sunda:
"Pak Rudy hatur nuhun, tempo yeuh Nirmala jadi macet di sepanjang jalan yang bagus sampe ke ujung jalan yang sudah dibangun."
Ungkapan tersebut menggambarkan rasa syukur sekaligus keluhan atas kemacetan yang terjadi.

Tak hanya di kota, kemacetan kini merambah hingga kawasan hutan. Seorang warga, Pak Rudy, bahkan menyapa para wisatawan lain yang terjebak macet, termasuk ibu-ibu di mobil losbak yang tampak tetap ceria sambil tertawa. Suasana riuh ini memperlihatkan bagaimana pembangunan jalan baru membawa dampak ganda: akses lebih mudah sekaligus tantangan pengelolaan arus wisata.
Meski macet, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Banyak wisatawan mengabadikan momen tersebut sebagai pengalaman unik menjelang Lebaran. “Tingali tuh Pak Rudy jadi macet panjang, masa Allah. Hatur nuhun jalan atos di alusan,” tutup salah satu komentar di video yang viral.
Meski demikian, tingginya antusiasme masyarakat tidak surut. Sejumlah wisatawan tetap menikmati perjalanan dan mengabadikan momen kemacetan sebagai bagian dari pengalaman berwisata menjelang hari raya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dengan pengaturan lalu lintas yang lebih optimal, guna menjaga kenyamanan dan keselamatan wisatawan.***
