JABARONLINE.COM, Jakarta,– Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, memberikan klarifikasi terkait kabar viral mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bojonegoro yang disebut tutup setelah diresmikan. Farida menegaskan bahwa saat ini program tersebut masih dalam tahap persiapan menuju operasionalisasi penuh.

Farida menjelaskan, proses pendirian KDKMP kini tengah memasuki fase krusial. Setelah aspek legalitas terhadap sekitar 83 ribu koperasi rampung, pemerintah kini fokus pada pembangunan fisik gerai dan penyediaan sarana pendukung di berbagai wilayah.

"Hingga saat ini, terdapat sekitar 2.200 unit KDKMP yang pembangunan fisik gerai dan gudangnya telah mencapai 100 persen. Sementara itu, sekitar 31 ribu titik lainnya masih dalam proses pembangunan," ujar Farida dalam keterangan persnya di Jakarta.

Ia menambahkan, setelah pembangunan fisik selesai, tahap berikutnya adalah melengkapi fasilitas operasional seperti instalasi rak serta pengadaan armada transportasi berupa mobil dan motor. Seluruh fasilitas ini nantinya akan diserahterimakan kepada kepala desa dan pengurus koperasi setelah melalui proses verifikasi standar pemerintah.

Menanggapi isu viral di Bojonegoro, Farida meluruskan bahwa kegiatan simbolis pengguntingan pita yang sempat terekam bukanlah peresmian operasional, melainkan bentuk syukur atas selesainya tahap pembangunan fisik.

"Simbolisasi gunting pita itu adalah ekspresi syukur bahwa tahap pembangunan sudah rampung 100 persen dan kami bersiap menuju tahap operasionalisasi. Kami sangat mengapresiasi perhatian publik sebagai masukan agar program ini berjalan sesuai tujuan," imbuhnya.

Senada dengan Wamenkop, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menegaskan bahwa kegiatan di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro, merupakan penanda progres pembangunan, bukan peluncuran resmi.

"Di Jawa Timur, ada 774 koperasi desa yang sudah selesai pembangunannya, dan sekitar 64 persen di antaranya sedang berproses menuju operasionalisasi. Wajar jika pembangunan selesai lalu disyukuri, ibarat syukuran tumpengan saat atap rumah baru selesai dibangun," jelas Emil.

Emil juga menyoroti antusiasme penerima bantuan sosial (bansos) yang mulai tertarik bergabung menjadi anggota koperasi. Menurutnya, hal ini merupakan langkah positif dalam pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.