JABARONLINE.COM – Momentum bulan suci Ramadan 1447 H akan menjadi saksi digelarnya ajang silaturahmi pers terbesar di tahun 2026. Acara bertajuk "Silaturahmi Akbar Pers 2026" ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026, bertempat di Aula Husni, Pemda Karawang.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu sekaligus wadah penguatan solidaritas bagi insan pers dari wilayah Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta. Fokus utama dari agenda besar ini adalah mewujudkan pers yang bermartabat, berintegritas, dan berdaulat.
Panitia memperkirakan sebanyak 700 wartawan yang mewakili lebih dari 150 media akan hadir dalam acara tersebut. Selain itu, sebanyak 29 organisasi pers, baik skala nasional maupun lokal, dipastikan akan bersatu dalam agenda akbar ini.
Dukungan penuh datang dari berbagai organisasi profesi. Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, mulai dari tingkat DPP, DPD, hingga Korwil Bekasi Kota, Kabupaten Bekasi, dan Karawang, menyatakan kesiapannya menyukseskan acara ini. Kegiatan ini sendiri diinisiasi oleh Doni Ardon selaku Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi, dengan tujuan menjaga kekompakan dan marwah profesi jurnalis.
Ketua Umum Forum Silaturahmi Wartawan Purwakarta (FSWP), Mustofa Kamal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini merupakan langkah tepat untuk mempererat hubungan antar-insan pers di tengah dinamika dunia jurnalistik.
"Kami bersama rekan-rekan jurnalis di Kabupaten Purwakarta menyatakan siap menyukseskan event silaturahmi akbar ini. Ini adalah momen yang sangat baik untuk saling mengenal dan bersilaturahmi, apalagi dilaksanakan di bulan suci Ramadan," ujar Mustofa Kamal.
Mustofa, yang juga menjabat sebagai ketua panitia, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen. Ia berharap acara ini menjadi percontohan bagi daerah lain dalam menjaga ikatan kebersamaan di kalangan jurnalis dengan menjunjung nilai-nilai luhur seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh jajaran panitia, termasuk Ida dan Mr. Kim, yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam menyatukan suara demi kemajuan profesi. Solidaritas yang ditunjukkan oleh para jurnalis dari tiga wilayah ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menjaga marwah dunia pers.***
