JABARONLINE.COM – Jepang, bagi sebagian orang, adalah mimpi. Negeri dengan teknologi maju, transportasi presisi, serta budaya kerja kelas dunia. Namun bagi Mega, Jepang bukan sekadar destinasi. Ia adalah ruang belajar—tempat menempa karakter, kedisiplinan, dan cara berpikir yang terstruktur.
Dari pengalaman itulah lahir sebuah gagasan besar: membangun generasi Indonesia yang berani pergi untuk belajar, tetapi tetap pulang untuk membangun negeri.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui PT Meghantara Global Group, perusahaan yang ia pimpin sebagai Komisaris Utama. Berbasis jejaring Indonesia–Jepang, perusahaan ini menghadirkan program inkubasi kerja, pendidikan bahasa, hingga layanan halal tour terintegrasi.
“Saya tidak ingin anak-anak Indonesia hanya berangkat untuk bekerja. Mereka harus berangkat untuk belajar hidup—belajar disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian—lalu pulang membawa perubahan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengelola PT Meghantara International Research yang bergerak di sektor ekspor-impor sebagai penghubung bisnis dua negara.
Jepang sebagai Cermin Perubahan
Bagi Mega, kemajuan Jepang lahir dari kebiasaan kecil yang dijaga konsisten.
Transportasi umum digunakan tanpa gengsi.
Waktu dihargai sebagai komitmen.
